pica goes to korea – day 5 – 07 november 2013

This slideshow requires JavaScript.

cuaca yang kurang bersahabat di hari sebelumnya, berganti menjadi langit yang bersih membiru, sesuai dengan prakiraan cuaca yang kami monitor sejak malam sebelumnya, dan diprediksi cuaca akan terus cerah sepanjang hari ini.
hal tersebut semakin memantapkan kami untuk melaksanakan rencana perjalanan hari ini, yaitu berkunjung ke nami island.
cuaca cerah sangat kami harapkan, karena atraksi wisata yang akan dikunjungi selama berada di nami island sangat bergantung pada kondisi cuaca.

berhubung rencana menggunakan shuttle bus ke nami island batal karena sudah fully booked, pagi ini kami akan menggunakan transportasi kereta api untuk menuju nami island, dan kami memilih menggunakan transportasi kereta intercity train express ( itx ) dari stasiun cheongnyangni. alternatif lain adalah menggunakan transportasi kereta gyeongchun line dari stasiun sangbong.
kami memilih menggunakan kereta itx karena waktu tempuh yang lebih cepat, lebih kurang 45 menit dari stasiun cheongnyangni ke stasiun gapyeong, stasiun terdekat dari nami island, dengan konsekuensi harga tiket yang lebih mahal.
kereta intercity train express ( itx ) sejauh ini adalah transportasi kereta kedua tercepat di korea selatan setelah kereta korea train express ( ktx ), dengan kecepatan tertinggi mencapai 180 km/jam.

beres makan pagi, kami bergegas menuju stasiun jongno 3(sam)-ga dan langsung menuju stasiun cheongnyangni. di stasiun cheongnyangni kami harus berpindah platform dari jalur kereta bawah tanah ke jalur intercity train express ( itx ).
kami harus mendapatkan tiket kereta itx untuk jam keberangkatan pukul 09:45 pagi waktu korea, karena jeda ke waktu keberangkatan selanjutnya cukup lama yaitu pukul 11:17.

setiba di stasiun cheongnyangni, kami harus berpindah ke platform kereta itx, masih ada di lingkungan stasiun yang sama tetapi berbeda gedung. untuk mempercepat pencarian sekaligus mengirit tenaga, penulis ( arwan, pica 0004 ) dan jhony ( pica 0118 ) bergerak mencari platform kereta itx, keempat peserta pica goes to korea ( pgk ) lainnya menunggu di platform kereta bawah tanah. setelah menemukan platform kereta itx, jhony kembali untuk menjemput rekan-rekan pgk lainnya dan penulis meneruskan mencari loket untuk membeli tiket kereta itx.

ternyata tiket kereta itx bisa didapatkan di mesin tiket, berada di lantai 2 platform kereta itx, bersebelahan dengan mesin boarding-unboarding kartu t-money / single journey card yang digunakan di platform subway.
rupanya cerahnya cuaca dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berwisata, terbukti dengan habisnya tiket duduk, kami hanya mendapat tiket berdiri dan terlihat banyak rombongan turis yang menuju peron kereta itx.

sampai disini kehebohan muncul. jhony dan rekan-rekan pgk lainnya lama sekali tidak muncul, akhirnya penulis bergegas mencari mereka di platform subway, dan bertemu 3 rekan saja, yaitu rohprabhowo ( pica 0028 ), rosdiana ( pica 0178 ) dan lina ( pica 0202 ). ternyata jhony sedang mencari krisna ( pica 0429 ) yang terpisah dan tidak segera kembali, menurut infonya akan ke toilet.
karena sudah mendekati jam keberangkatan, ketiga rekan pgk tersebut diantar lebih dahulu ke mesin unboarding kartu t-money dan menuju ke peron kereta itx, lalu penulis kembali mencari jhony dan krisna.
cukup lama kami saling mencari, sampai-sampai karena pergelangan kaki kembali terasa sakit, akhirnya penulis hanya menunggu di dekat mesin boarding-unboarding tiket subway.
thanks god, akhirnya di kejauhan terlihat jhony dan krisna berlari tergopoh-gopoh menuju platform kereta itx. begitu kami bertemu, keduanya segera tap tiket subway di mesin boarding-unboarding, lalu kami bertiga segera bergerak ke peron kereta itx dimana rekan pgk lainnya sudah menunggu. tidak sampai satu menit setelah kami memasuki gerbong, kereta itx langsung berangkat, sangat tepat waktu.
fiuhhhh, akhirnya kami bisa naik kereta itx tersebut walaupun sangat last minute dan mungkin karena lelah sekaligus stress, muka jhony dan krisna terlihat pucat, mungkin juga termasuk muka penulis, hehehe…
di dalam gerbong kami masih diberi kejutan, sebuah rombongan terdiri atas 5 orang ibu-ibu mengajak kami bertukar tiket, jadilah kami berlima bisa duduk di kompartemen tiket duduk, sedangkan jhony tetap berada di kompartemen tiket berdiri dan duduk tidak jauh dari para ibu tersebut, masih di gerbong yang sama. nampaknya hal tersebut memberi keuntungan bagi kedua pihak, kami berlima bisa duduk di kursi yang lebih nyaman, para ibu itu pun bisa lebih leluasa ngobrol sambil tertawa terbahak-bahak di kompartemen tiket berdiri, hehehe…

perjalanan kereta itx dari stasiun cheongnyangni menuju stasiun gapyeong berjalan mulus dan nyaman, tidak terasa kalau kereta berjalan dengan kecepatan tinggi. dan masih ditambah dengan pemandangan indah khas musim gugur yang menyejukkan mata hingga kami tiba di stasiun gapyeong, lagi-lagi tepat waktu.
setiba di stasiun gapyeong, sebelum keluar dari stasiun, kami mampir lebih dulu di mesin tiket untuk membeli tiket pulang, dan beruntung bisa mendapatkan tiket duduk untuk keberangkatan pukul 15:28 waktu korea.
keluar dari stasiun, kami mengantri taxi di halte, lalu naik taxi dan tiba di gapyeong wharf, dermaga untuk menyeberang ke nami island.

kami segera menuju loket zip-wire untuk membeli tiket, dan kami memilih menyeberang via jara island course karena hanya perlu menunggu lebih kurang 10 menit dibandingkan bila menyeberang via nami island course yang harus menunggu lebih kurang satu setengah jam hingga giliran menyeberang pada pukul 13:00.
zip-wire adalah nama operator penyeberangan di tempat tersebut, yang akan menyeberangkan wisatawan menggunakan kabel yang disebut zip-line dari menara awal dengan ketinggian 80 meter hingga pemberhentiannya di jara island atau nami island.untuk mudahnya, bayangkan saja kalau kita menaiki wahana flying fox menyeberangi perairan.
syukurlah cuaca tetap cerah, sehingga zip-wire bisa beroperasi, karena menyeberang ke nami island menggunakan zip-line adalah atraksi incaran yang ingin kami naiki sejak lama.
selama ‘terbang’ dengan zip-line, kami disuguhi dengan pemandangan yang indah, paduan birunya warna perairan dengan warna-warni dedaunan dan pepohonan di kejauhan, dengan tambahan hawa dingin karena meluncur dari ketinggian. waktu meluncur tidak lama, rentang kabel sepanjang 640 meter akan dilalui hanya dalam waktu lebih kurang 1 menit, tetapi rasanya terhitung spektakuler.
begitu tiba di jara island, kami akan diseberangkan ke nami island menggunakan ferry.

siang itu nami island dipadati wisatawan, di setiap penjuru pulau kecil tersebut terlihat banyak sekali wisatawan yang datang dan menikmati suasana. banyak rombongan muda-mudi dan keluarga yang datang, bahkan terlihat juga rombongan anak sekolah yang sedang melakukan outing di pulau tersebut.
nami island makin terkenal setelah menjadi tempat syuting film drama yang berjudul ‘winter sonata’, kita akan mendapati sejumlah lokasi di sekeliling pulau yang merupakan memorable spot dari film tersebut. kami pun sempat bernarsis ria di beberapa spot tersebut, bersaing dengan banyak pengunjung lain yang sama-sama ingin mejeng di spot-spot tersebut.
kami terus berjalan ke tengah pulau sambil menikmati pemandangan, menuju ke kompleks resto untuk makan siang.
mengingat padatnya pengunjung, menjelang pukul 14:30 kami bergerak ke nami wharf, nama dermaga di pulau tersebut dan menyeberang menggunakan ferry menuju gapyeong wharf. dari situ, kami menumpang taxi untuk menuju stasiun gapyeong dan menaiki kereta itx kembali ke stasiun cheongnyangni di kota seoul.
menjelang pukul 18:00 waktu korea kami tiba kembali di penginapan dan harus bersiap-siap karena pukul 19:00 kami ada janji untuk bertemu dengan mr choi, kolega rosdiana ( pica 0178 ).

mr choi dan istri mengajak kami ke sebuah resto yang menyajikan menu kuliner khas korea selatan, tidak jauh dari penginapan.
sambil menikmati makan malam, kami beramah-tamah dengan mr choi dan sang istri, yang ternyata pernah tinggal di jakarta selama 15 tahun, pantas saja keduanya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia dengan lancar.
hanya makan malam rasanya masih belum cukup, mr choi mengajak kami ke insadong untuk mencari tempat yang enak untuk kongkow, dan akhirnya kami masuk ke sebuah tea house untuk melanjutkan obrolan seru sambil menikmati aneka minuman teh khas korea selatan, sampai tidak terasa waktu hampir tengah malam dan kami diantar kembali ke penginapan untuk beristirahat, lalu mr choi dan istri pamit pulang.

heboh dan seru kami alami hari ini…

note:
foto-foto dan komentar lainnya di facebook :
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10152057603062948.1073741855.641867947&type=1&l=9ae6592693

nami island
wikimapia.org :
http://wikimapia.org/#lang=en&lat=37.791693&lon=127.525649&z=13&m=b&search=nami%20island
maps.google.com : 37.792422,127.525335
http://www.namisum.com/

insadong
wikimapia.org :
http://wikimapia.org/#lat=37.5715386&lon=126.9860315&z=16&l=0&m=b&search=insadong
maps.google.com : 37.5715386,126.9860315
http://en.wikipedia.org/wiki/Insadong

This entry was posted in Kia, Otomotif, PiCA Goes To Korea, Picanto Club Indonesia ( PiCA ) and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to pica goes to korea – day 5 – 07 november 2013

  1. Rosdiana Rasdalima says:

    Naik Zip-Wire merupakan keberanian dan tekad kami (meskipun jantung deg-deg seeerrrr) tapi begitu setelah kami ber 5 naik (Om Dok memilih naik Ferry menuju Nami Island) dan meluncur merasakan sensasinya yg gimana gitu….rasanya ingin lagi dan lagi naik zip-wire #edisiketagihan…..

    Pemandangan Pepohonan yg berwarna-warni (merah, Kuning, Hijau dilangit yang biru…lagu pelangi donk hehehe) memanjakan dan menyejukan mata setiap wisatawan yg berkunjung.

    Moment ini tidak kami lewatkan untuk berfoto-foto narsis dengan mengambil helai2 daun yang jatuh di tanah dan kami tebarkan yang seolah-olah daun itu beterbangan (efek Kamera)….hal ini mengundang pengunjung yang lain tuk mengikuti gaya kita hehehe…

    Tak lupa pujangga kita melancarkan aksi TP2 dan berhasil mengajak wisatawan dari Hongkong bergabung dengan kita berfose Ria….#Goodluck

    • amzas says:

      ketagihan mbak naik zip-wire ? inget harga tiketnya mbak, hehehe…
      gaya tebar daun, ceritanya lagi mau shooting ya, yang ada karena kebanyakan tebar daun, itu bau daunnya kebawa sampe pulang ya, hehehe…

Comments are closed.