personal review kia all new picanto 2011 – 10 juli 2011

2
SHARES

This slideshow requires JavaScript.

hari minggu, 10 juli 2011, penulis berkesempatan mereview kia all new picanto rakitan 2011 yang menggantikan generasi kia picanto yang sebelumnya sudah beredar selama 7 tahun di pasaran indonesia, dengan penyegaran yang terhitung signifikan baik di bagian body maupun pada dapur pacunya.

bagian exterior menggunakan pola 1 warna di seputar badan mobil dengan sedikit kombinasi warna hitam dan silver pada area foglamp, emblem dan grille.
pilihan warna lumayan banyak, dari 9 warna, ada 1 warna solid yaitu clear white dan 8 warna metallic yaitu bright silver, lemon grass, titanium silver, honey bee, milky beige, cafe mocha, signal red dan galaxy black.
grille juga sudah menggunakan pola yang memang menjadi penanda bagi kia, yaitu ‘tiger nose’ grille.
garis-garis body all new picanto terasa lebih tegas dibandingkan dengan picanto generasi pertama yang terkesan membulat.

dimensi body all new picanto sedikit lebih besar daripada dimensi body pada picanto generasi pertama.

pada titik penerangan luar, dilengkapi dengan halogen headlamp dan foglamp, plus lampu sein yang terpasang pada spion samping.

pada bagian roda, unit tersebut menggunakan velg alloy standar dan ban oem berukuran 165/60/r14. ban oem yang terpasang pada unit yang direview adalah ban kumho solus kh15.
sebagai ban cadangan, menggunakan ban serep darurat yang berukuran t105/70/d14.

keempat pintu sudah dilengkapi power window dan spion samping dilengkapi perangkat electric mirror.

memasuki bagian interior, warna gelap mendominasi seputaran kabin, dengan sedikit warna terang di bagian atas pilar samping dan plafon, dan warna silver di bagian tengah dashboard dan bagian bawah lingkar setir.

pada bagian meter cluster ( area speedometer, tachometer dan petunjuk lain ), menggunakan gaya yang sekarang sedang trendy, dan iluminasi cahayanya terlihat cukup terang dan jelas sewaktu keadaan gelap.

headunit merupakan tipe single din merk kenwood, yang mampu menyajikan keluaran audio dari radio fm/am dan cd berisi mp3/wma/cda serta bisa menerima koneksi ipod dan usb.

untuk mesin, all new picanto menggunakan mesin kappa terbaru 1.2 l ( 1248 cc tepatnya ), dual cvvt dohc, yang mampu menghasilkan tenaga 87 ps @ 6000 rpm dan torsi 12.3 kgm @ 4000 rpm, dengan pilihan transmisi manual 5 speed atau otomatis 4 speed.

untuk pengereman, menggunakan rem cakram untuk roda depan dan rem tromol untuk roda belakang, pada unit yang direview belum dilengkapi perangkat abs dan airbag.

untuk membantu pengendalian, all new picanto sudah dilengkapi dengan electronic power steering, dimana pada generasi pertama masih menggunakan hydraulic power steering.

mengenai konsumsi bbm, penulis belum bisa menginformasikan karena hanya sempat melakukan test drive di area terbatas.
impresi yang didapat sewaktu melakukan test drive adalah kabin terasa lebih senyap dan putaran setir yang lebih ringan, tentunya dibandingkan dengan picanto generasi pertama.

demikian informasi hasil pengamatan pada kia all new picanto tersebut, tambahan foto-foto dan informasi pada link di bawah ini diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai kendaraan tersebut.

trims…

note :
info-info lain mengenai all new picanto :
http://blog.amzas.com/wp-content/uploads/2011/07/all-new-picanto-2011-from-kiamotors-dot-com-per-110712.pdf
http://www.kia-picanto.com
http://kiamobil.com/cars/all-new-picanto
http://kiamotors.com/vehicles/picanto/default.aspx
http://kia-buzz.com/?p=6650
http://www.honestjohn.co.uk/news/motorshows/geneva-motor-show-2011/kia-picanto-2011/
http://www.honestjohn.co.uk/carbycar/kia/picanto-2011/
http://www.kumhotyre.co.uk/selector.php?tyre_id=12

This entry was posted in KIA, KIA Picanto, Otomotif and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

183 Responses to personal review kia all new picanto 2011 – 10 juli 2011

  1. Pingback: personal review kia all new picanto 2011 - 10 juli 2011

  2. gales says:

    wihhh….kayak-nya dah pake throttle by wire dan intake didepan (deket radiator) dan exhaust di belakang (dekat kompartemen dashboard) tenaga jadi nendang, kontruksi intake dan exhaust persis ex mobil peugeot 306.

  3. koi says:

    Wah keren abis All New Picanto….jadi ngiler Ђέ^⌣^ђέ

    Kalo harga suku cadangnya mahal ga untuk KIA?

    • amzas says:

      mengenai harga suku cadang kia, kalau berdasarkan pengalaman saya, harga part genuine di bengkel resmi secara umum sih ga beda jauh ya pak dibandingkan dengan merk lain, kadang ada yang sedikit lebih mahal, ada juga ya sedikit lebih murah.

      trims…

      r1

  4. koi says:

    Thanks infonya pa

  5. andri says:

    Pak Arwan,

    Masalah kualitas bodi, apakh lebih baik dari Picanto sebelumnya? trus, pintu ditutup masih brakk atau sudah blep, hehehe.
    Bagasi belakang, apakah sudah dilengkapi dengan tray?

    Thanks pak.

    Andri
    0097

    • amzas says:

      kebetulan kemarin terus terang tidak secara detil mengamati kualitas bodynya pak, apalagi kebetulan juga yg diamati ngejreng banget, warnanya signal red sampe nyolok di mata, hehehe… kalau sekilas sih menurut saya umum-umum saja ya pak, tipikal body kia…

      kalau mengenai kesenyapan kabin, nah itu yang lebih terasa pak, relatif lebih senyap daripada picanto gen1, kalau diamati karet balonnya di pintu kayaknya lebih oke.

      kemudian utk tray belakang, kemarin sih saya tidak menemukannya ya pak, seingat saya, temen bilang malah ga ada dudukannya juga, cmiiw ya…

      trims…

      r1

  6. koi says:

    Pengen banget test drive all new picanto, mudah2an di Bandung ada.

  7. koi says:

    Yup betul sekali, saya kemaren ke KIA siloam yg di jend sudirman…unitnya uda ready…di jalanan Bandung blm ada yg pake Ђέ^⌣^ђέ oam yg di jend sudirman…unitnya uda ready…di jalanan Bandung blm ada yg pake Ђέ^⌣^ђέ

  8. iperz1 says:

    mohon info masalah keiritannyanya ya, pak!
    kayanya saya tertarik deh, dengan mobil yang satu ini.

    • amzas says:

      berhubung unit tsb baru meluncur, mengenai info keiritannya saya sendiri belum punya info validnya pak. teman-teman di picanto club indonesia pun yang sedang inden all new picanto, yang saya ketahui belum terima unitnya.
      biasanya nanti kalau sudah mulai menggunakan sehari-hari, akan bermunculan info mengenai konsumsi bbm-nya di forum tsb.
      kalau dari info spek yang saya ketahui, dengan tambahan cvvt di mesinnya, idealnya kinerja mesin akan lebih efisien ya…
      silakan tengok-tengok kemari lagi pak, karena begitu ada info baru biasanya saya submit juga beritanya di blog ini.

      trims sudah mampir…

      r1

  9. koi says:

    Mudah2an lebih irit dari honda jazz

  10. romiro says:

    Pas, ukuran ban cadangannya beda ya dengan yg di kaki2nya?
    knp yg kia picanto generasi baru ini ga mau di buat sama kyk mobil2 lainnya, biar ga mesti bolak balik ganti. agak desperate sdikit soal itu.
    thx

    • amzas says:

      betul pak, ukuran ban serepnya, diameter velg darurat sama dengan velg standar, tetapi lebar telapak dan profilnya berbeda.
      kalau menurut pendapat saya, ukuran berbeda tsb agar bisa menyesuaikan dengan ukuran ruang ban serepnya yang terbatas sekali di bagasi belakang all new picanto tsb.
      kalau bapak perhatikan di gambar, kalau misal ukuran ban serep disamakan dengan ban yang dipakai, maka konsekuensinya lantai bagasi akan lebih tinggi yang otomatis akan mengurangi kubikasinya, atau lubang tempatnya akan lebih dalam yang konsekuensinya akan bikin mentok bila ketemu poldur misalnya.
      pendapat lain, mungkin juga supaya bobot total mobil tidak terlalu berat.

      demikian sekedar pendapat saja, trims…

      r1

      • romiro says:

        wah jd fungsinya benar2 cuma ban pengganti sementara saja ya Pak… :(
        mau tanya lg pak, ada intrumen untuk suhu mesin ga ya Pak? trus kmrn smpt baca2 forum lain, klo suhu mesin mobil kia panasnya uda overheat, mesin bs mati. bener ga ya pak? klo bnr berarti ga bs bawa keluar kota 24jam.

        thanx infonya.

        • amzas says:

          betul pak, ban cadangan darurat saja…

          mengenai indikator suhu air radiator, untuk kia picanto menggunakan lampu pak, kalau suhu melewati batas normal akan nyala berwarna merah. dan setau saya, indikator lampu tsb digunakan di tipe-tipe lainnya juga kok ( spt kia new pride ), menggantikan indikator suhu berupa jarum sebelumnya.

          mengenai kalau misal kondisi overheat maka mesin akan mati, tentunya terjadi di semua mesin mobil ya pak setau saya, bukan cuma kia saja, karena bisa saja cylinder head melengkung dll.

          umumnya sih begitu indikator menyala merah, berarti suhu sudah tinggi, tentunya harus mesin segera dihentikan dan diperiksa detail bagian cooling systemnya. dan biasanya, bila kondisi pendinginan mulai tidak oke, sebelum sampai lampu indikator menyala, biasanya ditandai dengan kemungkinan air radiator berkurang drastis, atau timbul suara air mendidih di tangki cadangan radiator dll. tentunya di atas semua itu, pengecekan rutin sangat diperlukan.

          teman-teman pengguna kia picanto lain, termasuk saya juga, sering kok pak pergi rute jauh pakai picantonya, dan so far ya enak-enak saja, tentunya dengan syarat kondisi picantonya sedang fit ya…

          trims…

          r1

  11. Doni says:

    Kalau menurut test drive bapak, apakah picanto ini masih nyaman jika ditempai 5 orang atau 3 orang di belakang?
    Menurut spek di brosur yang saya terima pas pameran di Jogja, radius putarnya 4,9m di bandingkan Nissan March yang 4,5m. Apakah masih cukup lincah?

    Thanks,

    • amzas says:

      kalau menurut saya sih idealnya di belakang 2 orang saja ya pak, jadi masih tetap nyaman, walaupun kalau sedikit mau pegal ya masih muat juga sih buat 3 orang, tergantung ukuran dan bobot penumpangnya juga sih…
      di berita di bawah ini ada gambar dengan 3 penumpang di jok belakang, penumpang keluarga juga ada, silakan dilanjut di link sbb
      http://blog.amzas.com/2011/07/11/tabloid-otomotif-dan-pica-test-drive-all-new-picanto-2011-10-juli-2011/

      mengenai kelincahan all new picanto, kalau menurut saya sih ya masih terhitung lumayan juga sih ya pak, lebih mantap lagi kalau sekalian bapak test drive juga, di showroom kia di jogja sudah ada unit tesnya mungkin ya…

      trims…

      r1

      • Doni says:

        Makasih banget reviewnya pak..ini sangat membantu. Berat jg ya menentukan pilihan untuk city car. Kemaren liat pas pameran udah cocok sekali dengan stylingnya, tapi ya itu, dimensinya ruang belakangnya emang sudah fix. Seandainya saja di buat lebih lebar. Pasti lebih menambah daya guna dan fleksibilitas.

        • amzas says:

          kalau bapak lebih memilih yang ukuran kabinnya lebih besar, tidak salahnya untuk cek ricek tipe di atas anp, kia new pride mungkin, itu kalau bapak masih tertarik dengan merk kia ya. kalau menurut saya, dimensi kabin new pride terhitung lumayanlah pak, cukup lega. cuma memang untuk new pride yang muncul lagi mulai 2010 lalu, terhitung hanya facelift model bodynya saja, di sisi mesin masih sama dengan tipe pride yang muncul sejak 2007 lalu. kalau tidak sedang buru-buru, mungkin bisa sekalian nunggu all new pride ( all new rio nama di koreanya ), modelnya keren, belum tau juga sih beneran nyampe indonesia atau tidak, hehehe…

          karena namanya citycar, tentunya ukuran kabin tidak akan gede-gede amat kalau tidak mau dibilang sempit, hehehe… itupun kemarin waktu test drive anp, saya pikir sudah sedikit lebih gede kabinnya daripada picanto generasi 1.

          demikian pak sekedar pendapat ya, trims…

          r1

  12. romiro says:

    Pak Amzas nanya lagi, hehehe. klo kia pride apakah ban serepnya jg cuma pengganti sementara juga? apakah semua mobil jg begitu? mksdnya walaupun ukuran ban mobil sm namun ban serep hnya smntara saja, krn klo saya lihat rata2 ban serep beda velg nya dgn yg dipakai.
    maklum br mau beli mobil jd msh bingung.
    thanx banget buat infonya

    • amzas says:

      saya asumsikan untuk kia new pride ( rakitan 2010 dst ), untuk yang hatchback, ban dan velg cadangan menggunakan ukuran dan model sama dengan ban utama yang dipakai di kaki-kakinya. untuk yang sedan, beberapa waktu lalu kebetulan sempat mengamati, ban dan velg cadangan menggunakan ukuran dan model yang berbeda. untuk ban can velg cadangan kia new pride hb, bisa dilihat di link sbb http://blog.amzas.com/2010/08/23/pernik-pernik-si-pride-yang-sering-terlupakan-dimana-posisinya-%e2%80%93-23-agustus%c2%a02010/

      saya kira, akhir-akhir ini semakin banyak mobil yang menggunakan ban serep ukuran khusus untuk darurat saja, tujuan utamanya saya kira untuk efisiensi ruang dan bobot ya, malah ada beberapa mobil utamanya keluaran eropa, tidak ada ban serep karena ban utama menggunakan ban tipe run flat tyre yang bisa tahan sampai +- 150 km sewaktu terjadi kebocoran yang sifatnya umum, contohnya beberapa tipe bmw keluaran akhir. ada juga yang menggantikan ban cadangan dengan seperangkat alat penambal ban, seperti pada vw touran.

      kalau saya boleh berpendapat, kita fleksibel saja dengan kondisi ban cadangan yang ada di kendaraan kita, bila kebetulan dapat ban cadangan dengan ukuran dan tipe sama persis dengan ban utama, ya bolehlah sesekali kita lakukan rotasi ban termasuk ban cadangan selain digunakan sewaktu ban utama bocor misalnya. kalau kebetulan ban cadangan adalah tipe darurat ( ukuran kecil ), ya kita pakai hanya untuk darurat saja dan jangan terlalu lama dipakainya.

      di atas semua itu, apapun tipe ban cadangannya, pastikan untuk rutin memeriksa kondisinya, baik tekanan anginnya maupun kondisi fisiknya, sehingga selalu siap bila sewaktu-waktu diperlukan.

      demikian sekedar sharing saja ya pak, maaf kalau panjang lebar…

      trims…

      r1

      • romiro says:

        wah ga ap2 pak panjang lebar, justru lebih informatif, thanx banget pak buat penjelasannya.

        saya tinggal mnggu sabtu nanti di ims mau test drive new picanto. cm lg mencari2 info tentang mobil ini. klo menurut bpk kia picanto ini recomended ga utk di beli di banding citycar sejenisnya? saya msh butuh info tambahan ini, msh 50:50 buat belinya.
        thanx

        • amzas says:

          pendapat saya, kalau misal bapak masih dalam posisi membandingkan antara beberapa model citycar, mungkin bisa juga dengan membaca-baca review dari beberapa reviewer yang banyak beredar di internet, spt misalnya http://www.honestjohn.co.uk/ atau http://paultan.org, biasanya mereka juga ikutan mereview banyak model kendaraan. dari situ kita bisa sedikit ada gambaran, supaya kalau misalnya sedang test drive kita bisa ikut ‘mengamati’ dan ‘merasakan’ apa yang para reviewer tsb sampaikan, tentunya dengan pengecualian ada sejumlah fitur terpasang yang berbeda ya antar negara.

          betul, mumpung ada iims mulai weekend ini, jadi bisa langsung mengamati dan test drive kandidat citycar yang masuk dalam list bapak. dan diusahakan berangkat kesana lebih pagi supaya lebih memungkinkan test drive tidak terburu-buru supaya lebih mantap merasakan impresi tiap unit yang dites. cari yang paling sreg menurut bapak sendiri.

          kalau saya ditanya apakah merekomendasikan all new picanto, nah ini yang agak sedikit susah menurut saya, karena khawatir dianggap tidak objektif ya pak berhubung saya juga pengguna mobil korea. kalau saya sih dari anp ini ada yang saya suka seperti mesin yang lebih besar cc-nya, ada juga poin yang saya kurang sreg ( lebih banyak dalam hal bentuk fisik ), tapi hal ini relatif banget ya pak tergantung pendapat masing-masing.

          paling sedikit catatan, karena mindset masyarakat pengguna mobil di indonesia masih sangat japan minded, kalau misal bapak akhirnya jadi ambil mobil korea, harus punya ketahanan hati dan telinga yang lebih ya, hehehe…

          jangan lupa info-info ya pak jadinya milih citycar apa, dan selamat memilah dan memilih, hehehe…

          trims…

          r1

  13. kris says:

    pak..klo menurut pendapat bapak dalam hal efisiensi & perawatan,lebih menguntungkan mana antara alll new picanto & i10 facelift? krn saya saat ini sedang bingung memilih antara dua mobil tersebut..trm ksh sblmnya..

    • amzas says:

      ini asumsi all new picanto yang baru tampil 17 juli 2011 dibandingkan dengan i10 facelift yang dipasarkan oleh hmi sejak feb 2011 lalu kan ya, kalau menurut pendapat saya agak kurang tepat / klop ya untuk diperbandingkan, karena agaknya udah beda generasi, at least di bagian mesin misalnya, anp menggunakan mesin 1200 cc dohc dual cvvt, sedangkan i10 fl masih menggunakan mesin 1100 cc sohc. mungkin i10 fl tsb di sisi mesin lebih tepat dibandingkan dengan picanto yang masih tipe cosmo, karena menggunakan basis mesin yang sama.

      mengenai efisiensi mesin anp, itu yang belum keliatan ya, berhubung masih baru muncul, mungkin belum banyak info yang bisa disampaikan. kalau efisiensi mesin i10 fl / picanto cosmo tentunya relatif lebih kelihatan ya karena model mesin 1100 cc-nya paling tidak sudah 7 tahun ada di pasaran.

      dari sisi model, pendapat saya, kalau model mobil kia relatif lebih sedikit tegas ya garis body-nya, sedangkan kalau model mobil hyundai terlihat lebih ‘sexy’ karena banyak liukan garis bodynya.
      jadi kayaknya tergantung selera konsumen deh pak, hehehe…

      kalau bapak suka dengan model yang terkesan ‘tegas’ / garang dengan gaya latest, ya mungkin anp cocok untuk bapak, plus sekaligus bapak menjadi salah satu orang yang menjadi pionir / pengguna anp di awal-awal masa edarnya ( nanti gantian bakal banyak ditanya orang mengenai kesan-kesannya menggunakan anp tsb, termasuk saya ikutan tanya juga, hehehe…).
      kalau lebih suka dengan model yang ‘sexy’, berarti i10 fl yang cocok, dan untuk info efisiensi tinggal tanya lebih lanjut ke forum pengguna i10 karena sudah 7 tahun malang melintang di jalanan indonesia.

      di atas semua itu, yang paling penting adalah merasakan sendiri sensasi berkendara menggunakan kedua model tsb, misalnya dengan test drive, biasanya akan merasakan chemistry-nya sendiri, hehehe…, lebih cocok dengan yang mana. omong-omong, sudah test drive kedua model tsb pak ? yah, kayak orang mau beli sepatu saja sih pak, coba dulu, baru beli, hehehe…

      beberapa link info internet mengenai hyundai i10 fl sbb :
      http://www.autobildindonesia.com/read/2011/04/18/3516/24/11/Hyundai-i10-Semakin-Lincah
      http://www.auto-car.co.id/content/look/2/1752/Hyundai-i10
      http://ototest.otomotifnet.com/read/2011/04/07/317910/49/6/Test-Drive-Hyundai-i10-Facelift-Pecicilannya-Cabe-Rawit-Korea
      http://www.indonesianracing.com/2011/03/hyundai-i10-facelift-makin-menawan/

      untuk yang all new picanto, info-infonya beberapa diantaranya bisa bapak baca-baca di postingan saya lainnya ya…

      demikian ya pak sekedar sharing pendapat saja, sori kalau ada yang kurang tepat…

      trims…

      r1

  14. onienovarro says:

    Ehhhmmm lagi bingung juga neh, jadi beli ANP ini apa gak ya? Oya tadi di sms sales KIA Surabaya (domisili di kota ini) katanya mas sales : “kalo inden minggu ini harga masih 148jt, karena agustus bakal naik” begetooooooo *jreeeeng.. ngusep jidat ッ

    • amzas says:

      jangan lupa ditambah ‘tapa nyepi’ juga kali pak, biar bisa memikirkan dengan jernih mau ambil yang mana, hehehe… ( kidding ya… ).
      kalau memungkinkan, jangan lupa untuk test drive dulu, untuk lebih meyakinkan lagi, sreg atau tidak dengan pilihan tsb, kalau bisa juga terhadap beberapa alternatif lainnya, supaya bisa paling mantap pilihannya…

      trims sudah mampir…

      r1

  15. Andra says:

    Wah ternyata bro Amzas toh yang saat itu jajal new Picanto di senayan…
    gw saat itu mau ke istora ke book fair, eh liat picanto merah ini lagi meliuk2 di parkiran senayan…
    sempet berenti ngeliatin, coz lagi tertarik jg pakai ini mobil…
    tapi sedang nunggu review FC nya saja, coz CC nya yang lumayan jadi penasaran FC nya…
    ditunggu review FC nya bro Amzas…!

    • amzas says:

      betul pak, kebetulan kemarin saya dan teman-teman picanto club indonesia diajak tabloid otomotif untuk test drive all new picanto, kenapa gak nyamperin sekalian pak ? hehehe…

      iya, semua juga sedang menunggu field report kondisi nyata mengenai konsumsi bbm hariannya, mungkin di beberapa waktu kedepan sudah ada diantara teman pica yang pake anp tsb dan mau sharing infonya, atau bapak mau jadi yang pertama mereview fc kondisi nyata-nya pak ? hehehe…

      trims sudah mampir…

      r1

  16. gitamtu says:

    wah.. blog yang sangat membantu bagi yg mo meminang mobil :)
    bro kmrn ane jg sempet test drive ANP tipe manual. secara keseluruhan lumayan puas. cm yg jadi pertanyaan, apakah ANP bisa konsumsi bensin oktan 88 alias premium? coz pengalaman ane pernah punya pica 2008 mesin ngelitik klo dikasi premium. malah ada yang bilang semua mobil produk korea wajib pertamax. yang kedua, apakah ada perbaikan kualitas khususnya di bagian interior sb pica ane yg dulu ada bunyi2an yg bikin telinga risih. bunyi2an berasal dari doortrim terutama yg buat mengunci pintu mobil. coz ane paling sebal klo ada bunyi2 yg ga jelas spt itu secara mobil msh baru. mungkin segitu aja pertanyaan ane. tolong pencerahannya bro thx. oya satu lagi kira2 mnrt bro Amzas ANP value for money/ga.

    • amzas says:

      trims pak sudah mampir…

      mengenai konsumsi bbm, kalau menurut pendapat saya sih kita mengacu pada rasio kompresinya yang mencapai angka 10.5:1 ya pak ( cmiiw ), idealnya butuh bbm ron 92 atau lebih ya. kalau menggunakan bbm ron 88, mungkin masih bisa, tetapi tentunya ada konsekuensi penurunan kinerja mesinnya ya, baik tenaga maupun tarikannya.

      mengenai kualitas di bagian interiornya, berhubung kemarin baru pengamatan singkat di test drive saja, jadi saya belum bisa berkomentar lebih jauh ya pak, hanya saja, dari pengamatan sekilas, secara umum, anp tsb relatif lebih kedap suara dibanding saudara tuanya ya…
      bagaimana kesannya setelah pemakaian sehari-hari, saya juga sedang menunggu barangkali ada teman yang sudah pake anp, akan saya tanyakan lebih lanjut kesan penggunaan sehari-harinya.

      mengenai bunyi-bunyian di bagian doortrim pada tuas pengunci, saya pernah tanya, katanya karena pengait di bagian dalamnya agak kendor, mungkin karena goncangan pemakaian, jadi tidak bisa menahan batang besi tuas pengunci dengan ketat, otomatis timbul bunyi-bunyian tsb.

      kemudian mengenai apakah anp ini value for money, kalau boleh saya berkomentar secara obyektif, bukan karena saya pengguna kendaraan kia juga, saya kira masih masuk dalam konteks value for money, karena berdasarkan model, saya kira model baru ini terhitung penyegaran yang cukup oke, modelnya jadi terlihat berani dan cukup agresif gayanya, dibanding sama pendahulunya yang masuk golongan imut dengan lampu kacangnya.
      kemudian, model baru ini, karena masih ada embel-embel nama picanto, tentunya akan terbantu dengan kesan yang terhitung positif selama 7 tahun picanto gen 1 beredar di indonesia.
      di sisi mesin, dengan perbandingan bobot dan tenaga, di atas kertas saya kira cukup oke juga, tinggal kita amati saja kedepannya.

      demikian sekedar pendapat saja ya pak, bukan pencerahan sih ya, kayaknya ketinggian, anggap saja lagi diskusi, hehehe…

      trims…

      r1

  17. Wahyu says:

    Salam Pak, saya sudah “terlanjur” DP nih Pak, tp saya mendengar beberapa komentar/review Bapak rasanya melegakan deh ya, jujur saja ini pertama kali saya “coba” menggunakan mobil korea. sejujurnya lagi saja saat ini saya coba merubah “mindset” saya, setelah saya coba bandingkan dengan beberapa kompetitornya seperti March dan Splash, yg terakhir akhirnya gugur krn blm ada tipe maticnya. Setelah saya lihat dan dengar penjelasan dari beberapa sales sepertinya anp telah banyak mengadopsi beberapa teknologi berstandar eropa yg sangat ketat ya (tanpa bermaksud mengecilkan teknologi Jepang ya), dan terakhir adalah pertimbangan ekonomis ya Pak dilihat dari harga rasanya tidak salah juga klo kita akhirnya memilih kia anp ya. Trims u/ reviewnya Pak.

  18. sinsin says:

    Agan2 terhormat, mau nanya nih… bedanya vvt-i n cvvt apaan sih?? bagusan mana yah?

  19. panda says:

    mas,mau nanya untuk soal ukuran all new picanto ini apakah hampir mirip dengan all new jazz mas ?

    • amzas says:

      berdasarkan info yang saya dapat…

      dimensi all new picanto :
      panjang 3596 mm, lebar 1595 mm, tinggi 1480 mm dan jarak sumbu roda 2385 mm

      dimensi all new jazz :
      tipe s :
      panjang 3900 mm, lebar 1695 mm, tinggi 1525 mm dan jarak sumbu roda 2500 mm
      tipe rs :
      panjang 3920 mm, lebar 1695 mm, tinggi 1525 mm dan jarak sumbu roda 2500 mm

      dari parameter di atas, jadi dimensi all new picanto tentunya lebih kecil dibanding dengan dimensi all new jazz ya pak…

      demikian sekedar info…

      trims…

      r1

  20. tyo says:

    mas, mungkin bisa kasih masukan ke saya. saya ada pilihan antara anp dan march. kira2 perbandingan ukuran body, kenyamanan di dalam, efisiensi bbm serta harga (beli & jual kembali) apakah anp ini cukup bagus?

    • amzas says:

      kalau boleh sekedar berpendapat ya pak, apakah bapak sudah test drive keduanya ? karena pilihan mobil seperti ini, kalau buat saya, yang paling penting adalah yang mana yang paling sreg waktu kita test drive, itu poin yang paling utamanya ya.
      bapak butuh beli mobilnya harus sekarang ini atau masih bisa menunggu ? kalau misal masih bisa menunggu, ini konteksnya anp ya, silakan tunggu sebentar lagi barang 6 bulan kedepan, agar bisa lebih meyakinkan lagi bagi bapak.
      kalau di atas kertas sih cukup oke ya reviewnya, dan sudah punya modal nama picanto yang sudah beredar 7 tahun di indonesia dan cukup positif kesan yang timbul.
      atau, apakah bapak sudah baca-baca review di forum-forum internet yang ada, paling tidak bisa lebih menambah info bagi bapak, seperti misalnya sbb :
      – nissan march community : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6837236
      – picanto community : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=9844172

      demikian sekedar pendapat ya pak…

      trims…

      r1

  21. ogy says:

    Mas Amzas,
    Kemarin saya coba test drive ANP di KIA jogya, dalam kesenyapannya sewaktu test drive saya merasakan suara roda depan terasa lebih keras masuk ke cabin dibandingkan sewaktu saya test drive dengan all new honda jazz RS. Begitu juga mengenai suspensinya terasa lebih keras di jalan tidak rata (aspal yang ditambal), Sales yang mendampingi saya sewaktu test drive mengatakan katanya mungkin angin di ban yang terlalu keras. apakah benar begitu? mohon pencerahannya.

    • amzas says:

      mengenai seberapa kedap all new honda jazz rs, kebetulan saya sendiri blm pernah mencoba/test drive/mengendarainya ya pak, jadi saya belum bisa mengomentari, yang saya bisa rasakan itu membandingkan antara anp dengan picanto cosmo dimana yg anp terasa lebih kedap suara.
      ada kemungkinan juga memang pak kalau tekanan angin ban lebih keras, terkadang memang begitu, karena pengalaman sewaktu menerima unit kendaraan yang saya gunakan sehari-hari, dialami juga oleh beberapa teman sewaktu menerima unit mobil barunya, tekanan ban bisa sampai 44 psi, akhirnya membuat suara roda terasa banget di kabin dan yang paling utama suspensi jadi keras banget.
      kemarin waktu dapat info tsb, si sales kemudian mengecek tekanan ban anp test drive-nya atau hanya sampai di info tsb saja ? bagus lagi kalau langsung cek dan kurangi tekanan anginnya untuk memastikannya ya… test drive ulang lagi mungkin ya pak, sambil bawa anp test drive tsb ke tukang tambal ban untuk cek berapa tekanan anginnya, supaya lebih yakin…

      demikian sekedar pendapat saja…

      trims…

      r1

    • VIE says:

      Maaf sebelumnya, untuk mas Ogy , perbandingan antara anp dan honda jazz RS apa tidak terlalu jauh, apalagi kita juga bisa lihat dari segi harga yang memang tidak bisa dibandingkan. oleh karena itu ada baiknya membandingkan yang sesuai dr segi harga saja mas, yang kurang lebih seimbang. karena menurut saya jika dibandingkan dengan Honda Jazz RS tentunya tidak seimbang.

      seperti kata pepatah “Harga tidak Bohong” semakin mahal ya pastinya semakin baik.
      bukankah begitu?

      saya kebetulan baru mau beli ANP, dan melihat-lihat beberapa komentar mengenai ANP, sebelum membeli lebih baik melihat banyak pendapat dari berbagai orang atau user yang sudah pernah merasakan sendiri ANP. semoga saja pilihan saya tidak salah, karena memang budget juga pas buat beli ANP.

  22. parto limun says:

    mau nanya mas,
    saya udah bandingin anp, march, i10, dan sirion yang mana dari sisi harga dan kelas beda tipis…menurut pendapat saya interior anp kurang terkesan mewah dibanding sirion dan i10 dengan warna terangnya, anp dashboardnya terkesan sederhana sekali kurang sesuai dengan model luarnya dan belum imobiliser serta tanpa alarm. tapi istri saya jatuh pilihan pada anp karena modelnya saja…akhirnya saya setuju saja karena dia yang mau pake dan saya sudah bayar tanda jadi. Tapi saya sebenarnya masih ragu-ragu sebelum berlanjut ke DP, karena ini pertama kali saya ambil KIA. Beberapa yang saya mau tanya:
    1. apakah pilihan saya tepat untuk 2 hingga 3 tahun kedepan?
    2. spare part KIA (engine maupun body) menurut informasi agak sulit, biasanya indent dan harga
    nya relatif lebih mahal? benar ngga?
    3. Re-sale value nya menurut yang saya dengar sangat jatuh, benar ngga?
    4. goncangannya sangat terasa sekali, seperti minibus? benar ngga?
    5. saya sudah bandingin dengan bebarapa dealer di jakarta, semua informasi sama, tidak ada
    discount maupun bonus kecuali kaca film dan karpet standar (emang sombong nich KIA)…
    namun ada salah satu dealer yang bisa memberi bonus kaca film, karpet standar, alarm,
    sensor parking, talang air, sarung jok dan karpet dasar….kira2 hal ini benar tidak (saya sdh
    tanda jadi nih)?…karena menurut logika saya ini mobil baru…apakah variasi nya udh tersedia?
    jangan-jangan nanti dipasang yang asal-asalan malah jadi berantakan tuh mobil…apalagi alarm
    dan sensor parking kan barang elektronik, pabrikan aja ngga nyediain, nanti klo dipasang yang
    tidak sesuai spek apakah jadi pengaruh ke mobil? gmn nanti dengan garansinya yang 5 tahun?
    6. karena ini mobil masih cbu, nomor pasti lama, saya tambah biaya untuk pinjam nomor untuk 1
    bulan…apakah ini memang lazim di KIA? dan biasanya nomor pinjaman itu bisa di pakai
    kemana aja?

    Trimakasih mas sebelumnya atas pencerahannya, sebelum saya melanjutkan ambil nih anp.
    Trims Totok

    • amzas says:

      mau sekedar share pendapat pribadi ya pak…

      no 1 dan 3
      mengenai pilihan membeli anp dan resale value, kalau pendapat saya, mengacu ke picanto gen 1, sudah 7 tahun beredar di indonesia, saya kira sih masih termasuk pilihan yang masuk akal dan reasonable ya pak. so far, dari pengalaman pribadi dan teman-teman sesama pengguna picanto, kesan yang didapat cukup oke ya, baik di sisi value dan resale valuenya…

      no 2
      untuk sparepart, saya kira kalau untuk yang fast moving sparepart sih relatif tersedia ya pak, untuk yang slow moving, memang belum tentu semuanya ready stock di satu lokasi bengkel resmi ( beres ), tetapi, sepanjang kita berkomunikasi dengan beres sebelum kesana, saya kira kita masih bisa mempersiapkan waktunya kapan untuk ke beres.

      no 4
      soal goncangan dianggap keras seperti minibus, ini acuannya dengan kendaraan lain tipe apa ya pak, kalau dengan sedan ya tentunya jelas kalah empuk bantingan suspensinya, dan saya kira kalau dibandingkan dengan sesama kelas, cukup berimbang ya.
      waktu itu pernah cobain test drive pak ? biasanya guncangan keras karena kalau baru keluar dari showroom, tekanan angin ban memang ditinggikan sekali, kadang sampai 38 psi atau lebih, jadi efeknya bantingan jadi keras. mungkin kalau diperiksa tekanan angin bannya, disesuaikan dengan standarnya, relatif lebih empuk bantingan suspensinya.

      no 5
      saya kira biasa ya pak, kalau ada mobil yang baru banget ganti model, kadang agak pelit diskon / asesorisnya, nanti kalau mulai berjalan beberapa lama, baru deh sedikit lebih lunak / mudah dalam hal diskon dll.
      mengenai apakah akan berpengaruh pada garansi dengan adanya penambahan asesoris bonus tsb, ada baiknya dikonfirmasi lagi dengan si salesnya, dan lebih afdol juga kalau misal di showroom tempat bapak ambil juga sekaligus bengkel, konfirmasi juga ke bengkel tsb, biar sama-sama clear mana yang akan membuat garansi void.
      mengenai bonus / diskon dll, mungkin biar lebih yakin, sewaktu buka spk, cantumkan juga di form spk-nya.

      no 6
      saya kira, anp ini sudah ckd ya, rata-rata paling cepat 2 minggu hari kerja ya untuk proses stnknya, bisa lebih kalau ada kendala atau antrian banyak. untuk bpkb bisa lebih lama lagi.
      tambah biaya pinjam nomor itu, biasa juga, dengan catatan kalau benar-benar kita dapat nomor sementara, bukan memakai nomor polisi kendaraan lain, tapi benar-benar ada lembar keterangan dari kepolisian ya, setau saya, untuk jakarta, huruf belakangnya b…qr atau qw atau qz dll, cmiiw ya pak…

      demikian sekedar sharing pendapat pribadi saja, tentunya, cmiiw ya…

      trims…
      r1

  23. Dapot says:

    mau nanya mas, mengenai kemudi anp, kita saya bawa dalam kecepatan rendah <50 km/jam kemudi menjadi kaku, agak sulit digerakkan kiri dan kanan (cenderung lurus) apa memang demikian? terimakasih

    • amzas says:

      kemudi kaku hanya di kecepatan <50 km/jam, kalau di atas kecepatan itu jadi lebih 'enak' kemudinya pak ?
      mengenai pengamatan lebih detail saya belum melakukan ya pak, nanti saya coba tanya-tanya di teman yang sudah pake anp juga…

      trims…

      r1

      • chr pica-0002 says:

        itu karena ANP mengadopsi EPS (Electronic Power Steering) pada kecepatan lebih dari 60kpj akan terasa lebih berat di banding saat diam atau berjalan pelan
        itu karakter penggunaan EPS

  24. totok says:

    Makasih mas keterangannya

    sya udah test drive sih, tapi hanya jarak deket jadi belum tahu secara detail…daripada penasaran nanya mulu…hari ini udah saya bayar tuh anp nya mas, hari sabtu katanya mo diantar….coba dulu klo ternyata sesuai expectasi ya lanjut, tapi klo ngga ya di lego lagi…nati reviewnya saya up date

    trims

  25. mario says:

    Kebetulan saya sudah pakai anp nih, dan mau memnyumbang sedikit review, ANP ini termasuk mobil yang sangat worth to buy dibandingkan dengan MPV “kaleng” saya sebelumnya, konsumsi bensin dalkot 1:11 sd 1:12 dengan kondisi stop and go. Untuk tol rekor saya 1:18, data ini saya dapat berdasarkan yang tertera di MID. Mengenai suspensi, saya akui suspensi belakang relatif keras, tentunya konsekwensinya lari cepat tidak terlalu limbung. Yang membuat saya sangat senang dengan mobil ini adalah akselarasinya, saya pakai ANP matic, untuk 0-100 km membutuhkan paling tidak waktu hanya sekitar 11 detik wooww. dan untuk akselarasi awal saya sudah membandingkan dengan Yaris dan Jazz kerabat saya, ANP ini masih lebih cepat, hanya saja untuk kecepatan diatas 70 sampai 80 ANP sudah ketinggalan oleh Jazz dan Yaris. Saya sendiri suka tidak sadar ketika membawa mobil ini, ketika saya melihat jarum speedo ternyata kecepatan sudah 140 km/jam hehehe. Itu pun masih di RPM 4000, jadi masih mempunyai potensi untuk kecepatan yang lebih tinggi. Untuk ketebelan body yang pasti lebih tebal dibanding MPV “kaleng” saya sebelumnya. Untuk kesenyapan ANP ini saya bisa acungi jempol, suara mesin minim sekali masuk ke dalam kabin, dimana saya sudah melihat peredam suara di firewall yang cukup tebal. Hanya saja untuk suara ban, entah karena banya Kumho ( IMO memang berisik) jadi sampai masuk kabin. Filter AC gampang dicabut untuk dibersihkan. Maticnya juga cukup Smooth. Power window, kalau ada benda yang menghalangi kaca, otomatis akan turun sendiri ( Nice ). Untuk urusan audio, uniknya mobil ini dibanding city car yang lain adalah penempatan speaker ditanam diatas dashboard, jadi suara langsung dari depan dan terdengar lebih “Megah”. Ada juga fitur ECO mode yang bisa di on dan di Off kan.

    Minusnya mobil ini, frame audio yang mengharuskan pemotongan palang tengah untuk mengganti head unit double din, sampai saat ini saya juga masih mencari frame audio untuk ANP yang sudah bisa langsung plug Head Unit Double Din.

    Suara ban yang sudah saya jelaskan sebelumnya, saya berharap dengan diganti ban lain masalah ini akan selesai.

    Setir yang menurut saya kurang natural EPSnya, jadi sedikit berasa main game saja ( Imagine XBOX 360 with force feedback steering wheel).

    Jok agak sedikit keras.

    Suara klakson kecil.

    Dan yang menurut saya kekurangan banget adalah terlalu banyak spek yang dihilangkan dari versi Eropa dan Korea nya, seperti, Integrated head Unit, Sunroof, Airbag, Tombol Audio di Stir, LED di lampu, Start Stop Engine button. Mungkin maksudnya untuk menekan harga, tapi lebih baik disediakan satu type dengan full spek, jadi customer lebih ada pilihan.

    Kesimpulannya:

    Sebelum saya bertekad untuk menimang ANP ini saya sudah membandingkan dengan Small Hatch back sejenis seperti Nissan March, All New Sirion, dan All New Spark.

    Untuk kelas small Hatchback saat ini, ANP punya potesi untuk menjadi leader, dengan menonjolkan sisi performa mesin, desain exterior yang ganteng, dan interior yang tidak terkesan murah dibanding Nissan March dan All new Sirion. Tentunya harus dibarengi dengan manajemen aftersales yang lebih baik.

    Sekian review Subyektif dari saya, mudah-mudahan dengan review ini makin banyak orang yang mengetahui tentang ANP baik plus dan minus sebelum akhirnya menimangnya menjadi “Pilihan Hidup” hehehehe.

    • amzas says:

      mantap nih pak review detailnya…

      mengenai penempatan speaker depan, kebetulan saya sendiri belum pernah mencoba mendengar audio anp secara detail, jadi blm bisa merasakan bedanya dengan penempatan speaker di pintu depannya. cuma, imho ya pak, kalau mau ganti speaker depan jadi lebih repot kali ya karena tersimpan di dalam dashboard.
      boleh tanya pak ? utk speaker depan tsb, apa ada bukaan khusus atau penutup yang gampang dibuka utk ganti speaker misalnya, karena waktu kemarin mengamati, saya tidak melihat ada bukaan khusus utk ngelepas speaker tsb selain bongkar dashboard, cmiiw ya tentunya…

      mengenai suara klakson kecil, gak cuma di anp saja, di picanto gen 1 juga standarnya kecil2, di tipe kia lainnya juga, hehehe… kayaknya ini disamakan dengan di pasaran korsel-nya, dimana dari pengamatan saya, suara standar klakson mobil-mobilnya juga kecil-kecil, malah terbilang jarang terdengar suara klakson di jalanan, jarang pada pake, hehehe…

      boleh tau sekarang odometer sudah di km berapa pak ? sudah dites jarak jauh juga ?

      trims sudah mampir dan share kesannya terhadap anp…

      r1

      • mario says:

        Betul sekali pak, untuk penempatan speaker di dashboard ada plus dan minusnya juga, lupa saya menjelaskannya. Plusnya adalah suara jadi lebih jelas dan “Open”, sampai-sampai suara speaker belakang kalah jelas dibanding speaker depan, walaupun saya mendengarkannya sambil duduk di kursi belakang.

        Minusnya betul seperti yang bapak bilang tadi untuk penggantian ke speaker yang lebih advance tampaknya sulit, tapi saya mesti tanya juga ke dealer apakah bisa diganti lewat kolong dashboard, dibalik glove box, seperti penggantian Filter AC.

        Odometer saya sudah sampai 700 km pak. Mungkin bapak mengetahui toko atau outlet yang menjual aksesoris mobil korea khususnya KIA, saya masih hunting Frame audionya. Sebab saya ada double din, dan speaker beserta sub yang masih ngaggur pindahan dari mobil saya sebelumnya.

        Mohon infonya ya pak

        • amzas says:

          mengenai toko atau tempat yang menjual sparepart kia, coba hubungi ke beberapa nomor berikut :
          bagian sparepart pt kia mobil indonesia : 0216511717
          toko naza motor mega glodok kemayoran : 02126646070
          toko mandiri jaya motor mega glodok kemayoran : 02126186181
          siapa tau diantara tempat2 tsb sudah ada yang jual asesoris frame audio buat anp ya pak…

          trims…
          r1

    • HW says:

      Salam kenal bro Mario & bro Arwan…
      Mantab sekali review-nya….
      Saya jg tertarik utk ambil 1 unit buat antar-jemput anak2 ke sekolah, krn faktor efisiensi BBM. Bro2 tau rasio kompresi mesinnya? Apa ga isa minum Premium?

      Tapi bener nih statement nya?
      “…, saya pakai ANP matic, untuk 0-100 km membutuhkan paling tidak waktu hanya sekitar 11 detik wooww….Saya sendiri suka tidak sadar ketika membawa mobil ini, ketika saya melihat jarum speedo ternyata kecepatan sudah 140 km/jam hehehe. Itu pun masih di RPM 4000…” Kalo bener, sangat luar biasa. Apalg pake transmisi matc….

      Saya blm smpt test drive, tp sdh bbrp kali tanya2 ke sales-nya…
      Setuju dg bro Mario, saya jg sgt kecewa dgn fitur2 yg dihilangkan. Knp KIA ga brani masukin yg full option, tp brani tayangkan iklan dgn varian tsb di TV. Malah dg lugunya si sales bilang, “kalo yg full option harganya jadi mahal pak, isa sekitar Rp.160jt.” Saya jawab, kl harga segitu dpt full option, saya mau beli. Menurut saya, selisih harganya cukup murah dibandingkan dgn fitur yg akan didapat (spt yg sdh ditulis bro Mario, plus AC automatic+display, rem cakram blkg, HID lamp, spion lipat elektris? CMIIW).

  26. gitamtu says:

    @mario, pak boleh tau:
    1) bbm buat ANP pake premium/pertamax? klo pake premium ngelitik ga mesinnya? coz sy pernah pnya pica 2008 ngelitik mesinnya klo diisi premium. tp klo diisi pertamax lgsg sembuh ngelitiknya.
    2) di dlm kabin apa ada bunyi2 yg mengganggu telinga? bkn bunyi suara gemuruh ban tp bunyi ‘kreket2’ atau ‘kletek2’ di sekitar interior dan doortrim. di pica sy dulu ada bunyi di sekitar doortrim tepatnya di bagian tuas pengunci pintu bnr2 bikin risih. bunyinya terdengar jelas wkt mbl jalan di jalanan paving atau jalan di aspal yg kasar. klo suara gemuruh ban msh bs ditoleransi sb mobil sekelas all new jazz pun gemuruh ban msh masuk kabin. dan seingat sy kmrn wkt test drive ANP msh ada bunyi2 tp dr sekitar bagasi.
    3) ada mslh dengan tombol klakson ga? bkn mengenai suara kecilnya tp mengenai KERAS BNGET TOMBOLNYA. jd mesti ditekan keras klo mo bunyikan klakson. pdhl di pica lama ga gitu.
    kira2 hal tsb mengganggu ga pak klo butuh nglakson tp tombol dipencet2 susah bunyi apa ga mengganggu keamanan mengemudi?
    itu aja bbrp pertanyaan dr sy pak mudah2an berkenan menjawab utk pencerahan buat pembaca yg lainnya jg. dan mungkin bro amzas jg bs ikut menanggapi/ menambahkan, asal jgn mengurangi pertanyaan sy hehehe.. sebelum n sesudah sy ucapkan thx..

  27. mario says:

    1 Saya menggunakan pertamax dan belum mencoba menggunakan premium.
    2.bunyi di sekita bagasi ada pak. tapi kecil dan bunyi hanya pas jalan rusak. saya curiga dari ban serep beserta toolsnya. bukan dari pintu bagasinya selain itu tidak ada bunyi bunyi lainnya.
    3 tombol klakson pada awal beli memang keras. tapi skrg sudah tidak pak, sudah enteng pencetnya.

    Sekian pak jawaban saya mudah mudqhan bermanfaat

  28. parto says:

    ANP udah sebelum lebaran, belum bisa kasih review:
    namun kesan pertama yang saya mau tanyakan sama rekan2 nih
    suara mesin agak kasar seperti suara klep atau noken as (bunyi tek-tek-tek)
    saya tanya ke tehnisi KIA katanya suara injection nya…apa bener yang lain juga bunyi gitu?
    makasih

    • amzas says:

      odometer sudah berapa km pak ? dan oli mesin pake spek apa pak ? yang 10w-40 atau 5w-30 ?
      ini sih pengalaman dulu waktu pakai picanto gen 1 ya pak, asumsi kondisi mesin fit ya, memang terdengar suara ketukan, katanya bunyi dari hla-nya, hydrolic lash adjusternya, normal katanya, apalagi kalau menggunakan oli yang spek di atas, relatif encer olinya, jadi lebih terdengar kasar suara mesinnya.
      kurang jelas juga kalau di anp ya pak, apakah konteksnya sama dengan pengalaman saya tsb atau lain lagi, mungkin pengguna anp lain bisa ikutan berpendapat…

      demikian sekedar pendapat saja, tentunya cmiiw ya pak…

      trims…

      r1

      • parto says:

        odometer udh 1500KM, kata teknisi katanya biasa? Sebaiknya pakai yang mana?
        sama teknisi kia bintaro di suruh pakai yang 10-40 full sintetis (115rb/ltr) penggantian 10.000KM..anp tidak bisa pakai yang biasa (penggantian 5000KM) …saya udah ganti tapi suara malah tambah kasar….mohon infoh dong

        • amzas says:

          afaik, biasanya kalau pake oli yang sae-nya makin kecil angkanya, seperti 5w-30 atau full synthetic, cairan olinya makin encer, nah, karena makin encer, suara mesin jadi ‘terdengar lebih kasar’, tetapi tidak masalah untuk mesinnya, sepanjang rutin penggantian olinya dan sesuai dengan spek mesinnya…

          demikian, tentunya cmiiw ya pak…

          trims…

          r1

    • mario says:

      Setuju nih dengan pak Parto, punya saya juga bunyi seperti itu, tapi kalau dari dalam mobil sih tidak menggangu, hanya ketika buka kap mesin bunyi seperti itu.
      Ini baru mau saya tanyakan ke Beres.

      • parto says:

        Iya Pak Mario
        Waktu test drive mau beli dulu ngga sempet buka mesin…ternyata setelah beli baru sempet memperhatikan suara tersebut…emang didalam ngga kedengaran… tapi saya suka risih bila ada suara aneh dan jadi ngga tenang.
        Sebelumnya saya sempet mau pilih M*rch…tapi setelah saya buka mesin suara kasar dan getaran mesin mengerikan, maka saya batal pilih tuh mobil dan jatuh pilihan pada ANP
        kira-kira suara tersebut bakal mengganggu ngga ya? atau malah gagal produk?

  29. daniel says:

    Mobilnya lama datengnya.. Bilangnya aja ready stock, setiap minggu dibilang akan diantar minggu depan. hampir dua bulan nunggu, apa karena gw beli cash.. udah dikecewain ama 2 dealer.. so yang mau beli hati-hati sama janji dealernya.. ngadu ke customer care KIA gak di respon.

    • amzas says:

      mudah-mudahan anp-nya bisa segera nyampe rumah ya pak…

      trims sudah mampir…

      r1

    • parto says:

      saya deket bintaro…setelah banding-banding tawaran sunter lebih menarik…dan saya ambil ANP nya di sunter…proses 1 minggu di kirim, yang lama malah saya ambil keputusannya hampir 2 minggu, begitu saya setuju, warna tersedia, mobil lgs dikirim…padahal saya pilih warna titanium yang katanya agak sulit…tapi emang saya agak rewel ngga mau hanya telp..langsung saya datangi ke sunter, ketemu managernya

  30. parto says:

    review saya secara keseluruhan:

    1. ANP saya dikirim sebelum lebaran jenis matic, datang jam 10 malam…saya heran baru sekali ini beli mobil diantar tengah malam, jadi ngga bisa cek keseluruhan…paginya saya cek ternyata mobil kotor seperti abil dipoles yang yang dibersihin, tanpa segitiga pengaman dan P3k, buku manual dan garansi hanya di ungkus plastik, kaca film pasang ngga rapi terkesan asal-asalan.

    2. stelah saya perhatikan di buku manual, ternyata speknya sangat jauh berbeda dengan di negara asal…saya coba compare dengan merk lain yang saya anggap sebanding (S*r**n)
    dengan harga selisih 12 jt…perbedaan tdp pada, imobiliser, lampu HD projector, sensor parking, ilumination (ligth dimmer), alarm, audio, alas karpet, karpet lumpur, lampu stop, fog lamp belakang, talang air, seat adjuster…saya coba mencari biaya pengadaan tersebut ternyata dihitung-hitung lebih dari 12 jt…wah berarti anp saya lebih mahal dong…tapi nasi udah menjadi bubur….saya terima aja

    3. Langsung saya test drive jkt-solo-PP ngga ada masalah sih semua masih noormal…FC kira2 30 l dengan jarak tempuh 500KM dengan kecepatan rata-rata konstan 80KM/jam posisi odo pada eco. karena senyap di dalam sering kecepatan melewati 80KM/jam tidak terasa…tapi suara ban emang bener2 bikin risih, oh ya suspensinya juga keras banget, klakson suara kecil dan keras neken knopnya terkadang karena beratnya sampai bahaya sudah lewat klakson juga ngga kunjung bunyi

    4. sekarang KM udah 1.500KM…saya service pertama dan tanyakan suara mesin…katanya ngga apa2…terus disuruh ganti olie, tersedia Ctrl dan apa satunya lupa…katanya untuik ANP mesti pakai 10-40 yang full sintetis (115rb/lt)…..apa bener memang demikian spek nya?
    abis ganti olie suara mesin malah tambah kasar….mohon infoh yang bener harus pakai olie apa ya?

    Sekarang udah berpindah ke tangan istri, jadi aku ngga bisa review lagi selebihnya…demikian infoh saya.

    • mario says:

      Kalau saya sih belum servis, cuma saya sudah tanyakan untuk yang harga 100rban perliter harusnya bisa dapat yang SAE 5 30 pak, bukan yang 10 40.

      • parto says:

        Bener Pak Mario..setelah saya lihat semalam olie nya pakai c*st**l 5-30….tapi apa emang harus pakai yang 5-30 ya? apa ngga ke enceran ya?…soalnya klo saya baca di manual utk wilayah asia bisa pakai 10-40 yang suhunya tidak pernah di bawah nol, dan buktinya setelah diganti 5-30 mesin malah tambah kasar….gmn dengan pengguna ANP lainnya, sebaiknya pakai yang 5-30 atau 10-40?

  31. parto says:

    Pak Mario
    Saya sudah tanya2…untuk aksesories ANP kayaknya masih sulit, saya belum menemukan…barangkali ada informasi dimana ada jual asesoris ANP?
    Namun sekedar info..saya browsing dapat alamat yang jual asesories ANP, tapi masih impor..gmn klo di arrange bareng2 untuk pesen asesoris ke alamat tersebut biar jatuhnya jadi lebih miring….
    mgk sekedar info dapat di buka alamat ini: http://www.sgpetch.co.uk

    • mario says:

      Pak parto kalau 5 30 pastinya keenceran, bunyi mesinnya tambah kasar gmn pak, harusnya ANP kan mesinnya luamyan halus kecuali bunyi tek.tek.tek dari injectornya. Hanya saja untuk yang 10 40 apa bisa tahan sampai 10 rb KM ya?

      Untuk Accesoris saya juga masih cari nih, masih minim bgt disini, beres juga gak provide lagi untuk accesorisnya, disediain kek untuk talang air, tray bagasi atau pernak-pernik dari ANP yang di spec down tersebut. Jadi customer lebih punya pilihan untuk “memanipulasi”ANP nya.

      • parto says:

        Betul pak Mario
        Kayaknya KIA ngga sungguh2 garap pasarnya, hanya jual abis aja….keperluan konsumen ngga diperhatiikan….udah berapa tahun KIA di Indonesia, buktinya part masih susah, bengkel terkesan apa adanya, tidak memperhatikan purna jual nya….nyesel juga sih ambil ANP

  32. mario says:

    Mudah mudahan KMI melihat keluhan mengenai accesoris atau variasi dari produk produk yang dijualnya, dan semakin meningkatkan aftersalesnya.

    AMINNN

  33. mario says:

    Pak Parto jangan menyesal pak ngambil ANP, nikmatin saja mobilnya yang memang bagus. Dibanding Dai…su Sir..n bagusan ANP pak, saya sudah melihat detail Untuk Sir.on wah menurut saya interiornya gak bgt pak ( Subyektif ya pak ). Hanya saja memang fiturnya berlimpah. Tapi mobil Sir.on tersebut dari pertama kali keluar sudah menunjukan kelas yang tidak jelas, pertama bersaing dengan Compact hatchback, karena kalah dengan kompetitornya langsung switch ke mini hatchback. Awalnya saya juga tertarik dengan Sir.on pak, tapi setelah saya melihat keseluruhan terutama desain setir dan desain dashboard ( geleng geleng kepala saya ), untuk perbandingan harga dan kualitas ANP lebih bagus pak , apalagi setelah melihat exteriornya cihui abis. Kalau untuk masalah aftersales saya juga punya pengalaman jelek bgt dengan Dai….su. Jadi ya tidak selamanya aftersale produk matahari terbit itu bagus. Tapi saya tetap berharap KMI ini makin meningkatkan aftersalenya.

  34. mario says:

    Baru kelar servis 1000 nih. ganti oli pake total 5 30 tarikan jadi ngacir bgt. untuk suara mesin jadi kasar seperti pak parto blg, Alhamdullilah saya tidak mengalami. udah gt dpt bonus oli total jg 1 liter dengan spek yang sama. lumayan deh.

  35. mario says:

    @ Pak parto. wah mau ambil sportage pak…… ngilerrrrrrrrr keren abis tuh mobil

    • parto says:

      Maksudnya apa pak mario ngga mengalami? mesin tetep alus ngga? bengkel nya dimana? aku ngga dapat bonus apa2….emang bapak juga di suruh pakai oli yang 5 30? itu emang spek nya atau bukan ya?

      Bener pak aku udah lihat2 di sunter dan bintaro…new sportage, sebnarnya pingin yang warna mineral silver di bintaro ready stock…tapi entar dulu ah….aku pertimbangkan dulu biar ngga nyesel, biar ANP dulu jadi pengalaman saya…..aku juga belum ketemu blog yg mereview new sportage…..

      • mario says:

        seperti yang bapak bilang kan suara mesin jadi kasar, saya sih tidak mengalami seperti itu pak, suara mesinnya seperti biasa, malahan tarikan mobil jadi lebih ngacir dengan oli spek tersebut. Bonus itu sebab Kia itu memang sedang kerjasama dengan Total jadi mungkin dalam rangka promosi juga, dan memang rekomendasinya sih 5 30, bisa sampai 10 rb km atau 6 sd 7 bulan mana yang tercapai lebih dahulu. Untuk suara mesin tek tek tek itu memang karakternya memang seperti itu pak. Sebab saya juga minta tlg SAA nya untuk menyalakan ANP yang masih dipajang dan ternyata memang karakter mesinnya seperti itu. Kebetulan saya di dealer Tebet pak. Untuk Urusan pelayanan ke customer saya rasa sudah cukup baik kok. Servicenya saja pakai alat scan, jadi langsung di colok di mobil bisa langsung ketahuan kondisi mobil di komputer. Kalau pengalaman sevice mobil lama saya (dai..tsu), boro boro di cek pake scan. Kebetulan ANP saya ada juga sedikit masalah yaitu Bau luar yang kadang masuk ke dalam kabin mesin sedikit ngelitik, hanya saja karena waktu servicenya hanya setengah hari jadi belum sempat di cek menyeluruh, tetapi SAAnya bilang kalau bisa diinapkan dan juga kalau ada waktu bisa dibawa lagi kesini biar bisa di cek gratis sampai kuras tangki bensin juga gratis, karena masih garansi. Mudah mudahan komitmen seperti ini bisa berlanjut terus sampai masa garansinya habis.

  36. rudy says:

    pak amzas mau nanya ini ,kebetulan saya pengguna baru ANP,mau tanya indikator engine coolant di all new picanto apakah sama dengan di picanto cosmo,waktu mobil dipanasin berwarna biru kemudian hilang ato tidak tampak sama sekali,karena di ANP saya tidak ada tanda sama sekali jadi tidak tahu mobil itu sudah ready untuk jalan ato belum,terimakasih

    • amzas says:

      afaik, memang seperti itu pak untuk yang anp, tidak ada lampu warna birunya…
      jadi menurut saya, kita berpatokan pada putaran mesin saja / petunjuk dari jarum rpm, kalau baru start dari dingin, biasanya rpm akan ada di 1100 rpm kemudian berangsur2 turun ke 800-900 rpm setelah +- 2 menit ya kira-kira, baru kita siap jalan…
      demikian sekedar pendapat yang saya ketahui dari anp, trims…

      nb : sudah muter jauh pak pake anp-nya ? bagaimana kesan-kesannya ?

      r1

      • rudy says:

        terimakasih Pak untuk infonya,untuk muternya udah lumayan jauh,untuk kesannya, kebetulan saya tinggal di semarang dan kotanya banyak jalan tanjakan, dengan ANP masih enteng 2 saja,tapi untuk bantingnnya agak keras

        • amzas says:

          oooo, tiyang semarang thooo…. bener banyak tanjakan ya pak, dari simpang lima lewat siranda naik ke arah gombel ya, hehehe… bener ya pak ini salah satu jalur tanjakannya ? takut salah, soalnya sudah cukup lama tidak jalan ke semarang, hehehe…

          mengenai bantingan agak keras, imho, memang suspensi anp relatif agak stiff/kaku supaya stabil, mantap kalau di jalur tol. atau, bisa juga, tekanan angin ban terlalu keras, sudah berapa jauh odometernya pak kira2, jangan-jangan masih relatif baru anp-nya, kadang kalau baru keluar dari showroom, tekanan angin ban sampai 38 psi, kadangkala juga ada yang sampai 44 psi, jadi harus disesuaikan ke tekanan angin standarnya, bisa dicek di info tekanan angin ban yang berupa plat tertempel di tulang pintu depan ya, cmiiw tentunya…

          trims…

          r1

  37. uphe says:

    Pak amzas punya ANP ato picanto gen1?

  38. uphe says:

    wah-wah,, mantap banget comment-nya pak amzas,, thanks a lot….
    btw, saya pernah ikut milis itu, hanya saja udah jarang kalee yah bahas masalah picanto,, bahasnya yg “laen”, trus menuhin inbox, so cabut dhe…

    skali lg tengkyu pak,,
    salam juga buat kelurga bapak,,,
    :)

    • amzas says:

      ooo, sudah pernah join lalu unsubscribe dari milis tsb ya pak, maaf kalau gitu, mohon maklum, mungkin karena di dalam forum tsb para anggotanya sudah merasa dekat, jadi akhirnya tidak hanya ngobrol soal picanto, tapi hal-hal lain juga dari sekedar haha-hihi sampai urusan gosip dan kuliner, hehehe… tapi secara umum, begitu kopdar, udah deh, pada saling buka kap mesin kalau lagi pada diskusi soal picanto…

      trims…

      r1

      • uphe says:

        sebenarnya asik juga seh kalo suasananya seperti itu,,
        hanya saja saya gak bisa ikutan kopdar coz domisili saya kan di luar pulau jawa,,
        jadinya cuman bisa gigit jari,, hehehe

  39. man says:

    salam kenal, mau tanya tentang ANP nih,
    apakah speedometernya selalu nyala lightnya siang dan malam, biarpun tidak memasang lampu?
    apakah di box tempat gelas depan tengah ada lightnya?
    apakah ada yang sudah mengganti ban?
    apakah kira2 kerasnya suspensi sebanding dengan karimun estilo, ato avanza?

    terimakasih

    • amzas says:

      selamat sore pak,
      dibantu dengan mengkonfirmasikan ke sejumlah teman di milis yang sudah pake anp, di bawah ini beberapa infonya ya :
      – speedometer selalu menyala atau always on
      – di box tempat gelas depan tengah tidak ada lampunya untuk anp yang dipasarkan di indonesia
      – rata-rata masih belum pada ganti ban ya, mungkin sayang, pengin ‘dihabisin’ dulu ban standarnya
      – berhubung yang pada jawab belum pernah naik estilo, mereka membandingkan ke kendaraan lain, para penjawab memberikan info kalau suspensi anp lebih bagus dibanding kia visto dan suzuki apv

      demikian info yang bisa disampaikan, terima kasih pada pak rudi s dari surabaya, pak yusran dari serang dan pak arief susilo dari bekasi yang sudah bantu-bantu nambahin info langsung sebagai pengguna anp…

      trims…

      r1

  40. edwin says:

    mas amzas dan para pengguna anp..minta infonya ya..
    kmrn aq coba ke dealer anp, trus coba nyalain mesin ma buka cap mesin nya..ternyata bunyi ‘tek..tek..tek..’ kok berasa banget ya?cukup mengganggu. kata salesnya itu bunyi timing chain.beneran g?trus bisa ilang nggak bunyi nya itu?mungkin ada pengguna anp yang udah bisa ngilangin suaranya. soalnya rencana mau ambil ni mobil.mksh infonya..

    • amzas says:

      selamat sore pak edwin…

      mengenai bunyi tek-tek-tek sewaktu buka kap mesin, saya sudah memforward pertanyaan tsb ke pak suparno, kabeng kmi garuda.
      menurut informasi dari beliau, bunyi tersebut berasal dari mekanisme injektor. karena posisi injektor ada di bagian depan mesin, jadi suara mekanisme katup buka tutupnya jadi lebih terdengar, dan hal tsb adalah normal.

      demikian info yang bisa disampaikan…

      trims…
      r1

  41. kris says:

    pak amzas..setelah menimbang nimbang & browsing sana sini antara i10 fl & ANP,akhirnya ANP m/t parkir jg di halaman rmh hampir 2 minggu ini..,untuk sementara secara umum sih saya cukup puas dgn performa keseluruhannya,hanya saja belum seberapa bs menikmati karena saya msh hrs bnyk adaptasi kebiasaan..mengingat selama ini bawaannya matic..he..he..

    • amzas says:

      wah, selamat pak dengan anp-nya, bau barunya masih terasa kali ya, hehehe…
      ambil warna apa nih pak ? ada sedikit pertanyaan mgkin agak kurang ‘bermutu’, cuma mau tanya saja, tumben, sebelumnya pakai mobil transmisi matik, kok tumben pak ganti mobilnya ambil yg transmisi manual ? ditunggu info review selanjutnya ya pak, buat di-share juga dengan sesama pengguna anp lainnya…

      trims…

      r1

      • kris says:

        bau barunya dah ilang pak dari semalam…baru sempat beliin parfum mobil krn barang2 peninggalam mobil lama kebawa semua sm yg beli..he..he…,pertimbangan utamanya lbh ke budget sih pak..trus yg kedua krn domisili,penduduk surabaya tp sehari hari aktifitas di madiun..pengalaman yg dulu2,agak susah nyari yg paham soal mobil matic di madiun..yg ketiga,capek merawat mobil matic di daerah,krn 2 tahun terakhir ini transmisinya mulai bermasalah..sedangkan saya cm punya waktu libur di hari minggu sj..(jd cuhat neh..hehe..) nah..alasan yg ketiga itulah yg paling kuat membuat saya ganti mobil pak amzas..,utk warna saya dapat signal red,termasuk pilihan kedua sih..krn pilihan pertama solid white kata marketingnya saya hrs menunggu 1 bulan lagi..pdhl saya sudah inden sejak sebelum lebaran.
        utk info review-nya blm byk meng-eksplore mengingat km baru 900-an & blm mahir manual..tp kmrn sore perjalanan sby-madiun dgn situasi lancar & sedikit merambat di wilayah saradan, fc-nya di ‘mid’ menunjukkan antara 4,8-5,0 lt/100..termasuk irit gak yaaa? tp klo dibanding ac**nt matic saya sih jauuh lbh irit ANP..hehe..,kualitas audio buat telinga harian meski bass& treblenya saya set di +1 terdengar biasa2 sj,jd kyknya memaksa kita utk upgrade kalo pengen sedikit nyaman lagi,handling mantap krn semakin kencang stir semakin berat..tp kok agak kurang “anteng” (mnrt saya)..apa krn sblmnya saya memakai sedan/krn wheelbase yg gak sepanjang sedan..gak tau jg,power windows ANP-saya bagian pengemudi terasa sedikit kasar pergerakan & suaranya jk dibanding dengan sisi lain..ada yg mengalami?? yg terakhir & saya idem dgn ulasan2 di tabloid,suara ban standard-nya yg sedikit mengganggu…
        sekian dari saya..thx.

        • amzas says:

          selamat sore pak kris…

          warna anp-nya signal red, wah, ngeliatnya puedes banget tuh ya pak, hehehe…

          mengenai mid bisa menunjukkan 4.8-5.0/100 km, itu bagus tuh pak, itung-itung bisa 1:20 ya rata-rata konsumsi bbm-nya, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku dong ya, hehehe…
          biar lebih mantap, bisa juga dengan ditambahin sesekali itung manual rata-rata konsumsi bbm-nya, supaya lebih meyakinkan lagi.

          untuk audio, ya tentunya kalau diupgrade pasti akan lebih mantap, hehehe…

          odometer sudah 900an km, jangan lupa cek 1000 km pak, khawatir lupa, nanti jadi hangus garansinya kalau melewatkan cek 1000 km.

          trims ya pak buat update infonya…
          r1

  42. edwin says:

    pak amzas, apa benar ANP kalo jalan semakin kencang, setir akan jadi berat digerakkan? apa itu yang namanya EPS ya?

    • amzas says:

      selamat pagi pak,
      afaik, karakteristik eps memang begitu pak, semakin cepat kecepatan mobil, semakin terasa lebih berat putaran setirnya.

      trims…

      r1

  43. ogy says:

    Bung Amzaz,
    Akhirnya saya ambil ANP juga, sewaktu coba jalan pulang kerumah agak ribet juga ngikutin perpindahan gigi dengan eco mode, maklum belum pernah pake eco mode..xixixi.
    Apakah ada pengaruh buruknya pada engine bila pakai eco mode tapi tidak menuruti dalam perpindahan giginya? please pencerahannya.

    • VIE says:

      Mas Ogy,
      Mas, saya mau tanya, mas dapat ANP nya dari pemesanan / pelunasan DP berapa lama ya Mas? soalnya saya lagi tunggu ANP saya dikirim, tapi nggak tau kapan dan berapa lama nich dikirimnya, takutnya malah kelamaan hehehe..

      Mohon infonya ya Mas.. pengen compare aja, waktu mas pesan dan saya apa sama waktunya, kalo sama harusnya saya juga udah dapet ANP nya hihihihi Thx

      • Ogy says:

        Mas Vie,
        Saya beli cash ANP-nya dengan warna Titanium silver, saya mesen dari dealer jogya karena saya juga tinggal di jawa tengah.
        Untuk lamanya pemesanan sekitar tambah kurang 2 bulan.

    • amzas says:

      selamat sore pak ogy,

      afaik, indikator eco mode itu kan hanya informasi ya/indikator kalau sudah saat oper gigi transmisi. menurut pendapat saya, kalau kita ‘cuekin’ indikator tsb ya tidak apa-apa, asal kita tau konsekuensinya ya pak…
      kalau kita ikuti indikator eco mode, diharapkan efeknya adalah konsumsi bahan bakar akan mencapai angka paling efisien ya, tapi, biasanya, karena yang dikejar adalah efisiensi, maka power mesin akan sedikit kurang / tertahan ya…
      kalau kita tidak mengikuti indikator tsb, mgkin efisiensi konsumsi bbm tidak optimal, tapi biasanya kita bisa mendapatkan power mesin yang paling maksimal, misal kalau sedang butuh tenaga karena sedang menyalip atau menanjak misalnya…

      demikian sekedar pendapat ya pak…

      trims…
      r1

  44. uphe says:

    Ada ga seh toko online yg menjual aksesoris kia picanto yg pak Amzas tau???
    Mohon bantuannya,,
    trims,,,

    Salam,
    UPHE :)

  45. niken says:

    pak mau tanya ,pernah bw picanto sejauh apa?jkt-surabaya masih kuat ga ya picanto ini?

    • amzas says:

      selamat siang ibu niken…

      fyi, karena saya tidak memiliki kia all new picanto, jadi tidak bisa memberikan info perjalanan jauhnya.
      saya pernah 6 tahun menggunakan kia picanto ( berarti picanto gen 1 ya… ), dan selama itu ya sering saya pakai untuk pergi jarak lumayan jauh, paling sering pergi dari jakarta ke area jawa tengah.
      ada beberapa rekan di picanto club indonesia, malah sudah muter sampai ke bali pakai picantonya, dan so far ya oke-oke saja.
      mungkin nanti diantara pembaca lain yang kebetulan pemilik all new picanto dan sudah melakukan perjalanan jauh bisa ikut bantu-bantu sharing infonya ya…

      imho, sepanjang kondisi mobil kita fit dan normal ( tentunya dari hasil pemeriksaan rutin ya ), saya kira untuk perjalanan jauh, all new picanto masih cukup bisa diandalkan ya…

      demikian pendapat saya ya…

      trims…

      r1

  46. jali says:

    huakakkakakak….ANP saya lom dateng2 ni kang mas….aku di magelang pesen di jogja

    • amzas says:

      selamat siang pak…

      kemarin sih denger-denger sedang ada kendala supply dari koreanya, tetapi di beberapa waktu terakhir ini katanya sudah mulai lebih lancar lagi supplynya, mudah-mudahan anp-nya cepat nyampe di garasi ya pak, jadi bisa share reviewnya buat dibaca sama-sama disini…

      trims…

      r1

  47. jali says:

    mau nanya mas…secara anda kan sudah lama naek KIA trus syarat garansinya apa aja ya mas….yang general aja….soalnya baru pernah beli mbl baru ni mas dan kujatuhkan pada KIA

    • amzas says:

      selamat malam pak,

      mengenai garansi merk kia, saya kira ya umum-umum saja ya sama seperti garansi merk lainnya…
      afaik, garansi kia 5 tahun, tetapi tidak semua bagian dari mobil yang digaransi sampai 5 tahun, ada rincian sparepart mana dan masa garansinya. misalnya, yang paling lama adalah untuk mesin dan transmisi, kalau tidak salah sampai 5 tahun garansinya, sedangkan untuk aki hanya digaransi selama 1 tahun.
      rincian garansi tersebut beserta info hal-hal yang bisa membatalkan garansi, untuk lebih detailnya silakan bisa dibaca di buku servis kendaraan kia bapak, biasanya user manual dan buku servis akan disertakan / disusulkan pada saat mobil diserahterimakan ke pemiliknya…

      sekali lagi afaik, supaya garansi tidak hangus, para pemilik harus servis secara rutin di bengkel resmi yang ditunjuk oleh sang produsen, dan dilarang melakukan ubahan-ubahan ekstrim pada mobilnya.

      demikian pak sekedar pendapat pribadi ya…

      trims…
      r1

  48. niken says:

    thanx pak reply nya,wah kl dilihat2 saya perempuan sendiri ya di thread ini..hehe..
    oya mohon info lagi utk semua,kira2 dealer mana yg lumayan dalam pemberian diskon,kemarin sih oleh sales KIA garuda udah lumayan tuh janji diskonnya,cuma masih blm say deal-kan..masih ngarep siapa tau bisa ada yg ngasih diskon lebih,denger2 menjelang akhir tahun biasanya diskon besar ya? kan lumayan lebihannya utk uang belanja.. :) bener gak sih..thanx

    • amzas says:

      trims juga, mgkin nanti bisa jadi inspirasi buat para wanita lainnya, utk mau peduli dan merawat kendaraannya, hehehe…
      kalau di klub sih lumayan juga member wanitanya, dan cukup aktif berkegiatan bersama juga…

      trims…

      r1

    • uphe says:

      @Mba Niken,, Mungkin mba bisa coba di KIA Bekasi. Coba aja klik http://www.infokia.com. Saya sendiri pesan dari sana padahal domisili saya di Palopo Sulsel. Mba bisa hubungi Pak Robi, neh no hp-nya 081314107247. Setahu saya pelayanannya bagus mba, banyak bonusnya,, hehehe

      Salam
      Uphe

  49. niken says:

    wah terimakasih infonya nih mas/mba uphe…hehe..tp kl blh tanya dr palopo jauh2 ambil di jkt knp ya?apa harga di jkt jauh lbh murah kah?soalnya kakak sy di pontianak mau ambil mobil jg..katanya herga di jakarta jauh lebih murah,tp apa sebanding dgn biaya mutasi,dll nantinya ya?thanx :)

    • uphe says:

      gini mba niken,, di palopo tuh ga ada showroomnya kia, trus cari2 di internet eh ketemu websitenya pak robi. Trus pak robi jelasin keuntungan beli mobil di jabodetabek so saya langsung deal aja. apalagi bonus yg dikasih pak robi jg bnyk, pelayanan jg bgs, top dhe!! :)
      IMO, lebih murah beli di jabodetabek dibanding kalo beli di daerah meskipun nantinya kita ganti plat. Sampai saat ini sy msh pake plat B, belum dganti. Lagian kl mau byr pajak bisa online kok.
      Untuk lebih jelasnya coba aja call pak robi, hehe.

  50. jali says:

    inden nya gak nguatin…ada yang tau di forum ini kenapa indennya lumayan lama….kok ga diantisipasi ya…..

  51. uphe says:

    kayaknya karena kia lagi fokus jual picanto di eropa terutama di inggris n prancis makanya stoknya di indo gak banyak so inden lamaaaaaaa… Di inggris kalo gak salah picanto termasuk city car terlaris ke-6
    Untuk all new rio giliran indo yg dpt kehormatan utk memasarkan pertama kali setelah korsel.
    gituuu kaleee

  52. uphe says:

    maybe smua mobil generasi terbaru mmg tdk cocok minum premium, kalo mau awet pake aja pertamax.

    • parto limun says:

      iya mas uphe…ane punya anp matik…kalo diisi premium nglitik ngga ketulungan, tapi setelah diisi non subsidi ilang nglitiknya, dan ternyata boros juga FC nya…klo diitung itung 1lt utk 10 s/d 12km aja..wah bisa tekor nih kantong

  53. jali says:

    http://oto.detik.com/read/2011/10/28/170820/1755123/1207/all-new-kia-picanto-tidak-cocok-dengan-premium?o9911011207 setelah bertemu di tempat nongkrong dengan salah satu mekanik balap(yang cukup berpengalaman menurut saya)…saya sudah temukan jawabannya mas uphe mungkin bisa untuk masukan teman2 yang lain juga….bahwa knockin engine/ngelitik dialami setiap mobil….itu hanya membutuhkan setelan Nafturnya saja untuk menghilangkan ngelitik nya…..atau di setel dengan alat yang bernama timing light untuk mobil ecu(kalo ga salah dengernya tadi) untuk mengurangi waktu letupan busi di ruang bakar…dan ngelitik tersebut hanya mengakibatkan percepatan penimbunan kerak pada piston…tidak menyebabkan kerusakan seperti stang piston yang bengkok ataupun menyebabkan piston berlubang(kata forum sebelah bisa menyebabkan kerusakan seperti tsb)…..jadi pica sangat bisa sekali minum premium…mungkin kalo ada yang salah mohon dikoreksi

  54. uphe says:

    wah,, mudah-mudahan info dari mas JALI bener yah. Waktu awal-awal make picanto ngelitiknya sering muncul, tapi sekarang udah jarang banget, soalnya udah tepat injak kopling dgn gasnya, sdh sehati, hehe..
    Kalo di palopo sendiri blm ada pertamax jadi dikasih minum premium aja tuh pica-ku

  55. jali says:

    mungkin knock sensornya sudah menyesuaikan mas uphe jadi nglitiknya dah berkurang/hilang

    • uphe says:

      Mas Jali punya picanto keluaran tahun berapa?? Saran saya coba deh disetel ketinggian kopling. Kopling picanto kan agak tinggi tuh, jadi diturunin aja supaya lebih enak. Sejak saya rendahin ternyata berpengaruh juga ke “ngelitik” itu, sekarang berkurang drastis, gak tau kenapa. Apakah ada hubungan antara kopling dengan knock sensor? saya sendiri gak tau apa itu knock sensor.

  56. jali says:

    knock sensor sama dengan setelan naftur kalo di mobil karbu kata nya si picanto ada knock sensornya tapi ga tau juga soalnya lom liat mesinnya,kalo setelan naftur itu buat ngatur timing ledakan di ruang bakar biar ga nglitik kalo di mobil karbu,katanya si picantyo dah ada knock sensornya dari mas yudi wibisono(blog sebelah) jadi timing pengapian dah terset menyesuaikan kebutuhan….kalo picanto saya lom dateng tapi janji di purchasing ordernya desember dah kirim semoga ga mleset huekeke

    • uphe says:

      wuahhh,, lama banget yah inden ANP-nya.. Untungnya waktu itu saya gak nunggu ANP, soalnya saya termasuk orang yg ga sabaran nunggunya :)
      Mudah-mudahan mas jali dapat ANP yg perfect deh

  57. daniel says:

    share dong.. bengkel resmi yang paling top dijakarta dimana ya? prepare buat service 1000 km. trims..

  58. jali says:

    yang baru ANP dah ada tray bagasinya loh om…..and ada lampu stop di spoiler nya

  59. Imung says:

    Saya pakai mulai bulan September …dengan inden engga sampai sebulan..tepatnya sebulan persis dari SPK-nya …saya sdh bisa mengendarainya. Kebetulan saya memang dapat sales yang mumpuni.
    Dan alhamdulillah ternyata sangat lebih nyaman walaupun bensin tdk bisa seirit dari picanto generasi sebelumnya. Overal perbandingan dg generasi sebelumnya (sy tulis yg minus saja): jok lebih keras; suara mesin lebih keras, suspensi bangku belakang keras banget dan sering menimbulkan suara engga nyaman; hati-hati pada saat ngatur tempat duduk depan karena lemparan baliknya sangat kenceng agak membahayakan bila anak kita yang ngatur; antena radio tidak peka; tidak ada cermin di penutup sinar penumpang depan – kalau generasi sebelumnya malah ada di dua2nya termasuk di tempat sopir he..he…
    Yang lebih minus lagi dan belum bisa berubah sampai hari ini adalah after salesnya KIA…parah!!! maaf saya bisa bilang seperti ini karena saya juga merasakan bagaimana daihatsu dan toyota melayani pelanggan pada saat service mobil…juauuh banget…

    Satu lagi yg sy kurang nyaman setelah membeli ANP dan hal yang mungkin harus menjadi perhatian dan pertimbangan bagi pembeli selanjutnya adalah mengenai penggantian oli mesin yang harus sesuai requirement-nya…yang muahall..perbandingan kalau per 5000 km dulu merogoh kocek sekitar 250 ribu sekarang per 10000 km sekitar 850 ribu….dan engga boleh diganti dengan oli biasa..kalau diganti warranty yg 5 tahun gugur..alamak !!! harga murah memang… tapi agak menampar di after sales-nya dengan harga olinya …sementara after salesnya sendiri performancenya masih parah…

  60. rizaldi says:

    mau tanya dong mas
    mudah2an bisa dijawab disini, lagi males telp orang KIA hehe
    mengenai servis 1000km, yg terkait garansi mesin 5th
    1. itu apa bisa dilakukan di bengkel di seluruh indonesia?
    2. batas toleransinya berapa km yah? apa di km 800 saya sudah bisa servis, dan masuk kategori servis yg 1000km untuk kepentingan garansi yg 5th ? atau di km 1300 saya masi berhak servis yg 1000km ?

    terima kasih

    • amzas says:

      saya coba jawab sesuai dengan info yang saya dapat ya mas…

      1. servis 1000 km dan juga servis berkala lainnya, bisa dilakukan di semua bengkel resmi kia di indonesia, info mengenai jaringan bengkel resmi kia bisa dibaca di link sbb :
      http://blog.amzas.com/2011/01/07/info-jaringan-3s-produk-kia-di-indonesia-07-januari-2011/

      2. mengenai toleransi km, berdasarkan info yang saya dapat, toleransi adalah +- 500 km, jadi antara 500 km dan 1500 km, kalau sudah melewati 1500 km maka warranty akan dianggap hangus.
      sebenarnya info mengenai servis 1000 km tercantum juga di buku servis, kalau mobil anda kia picanto, info tsb bisa dibaca di buku servis halaman 20, mengenai ‘catatan perawatan berkala kia’.

      untuk lebih yakinnya, silakan konfirmasikan atau tanyakan ke bengkel resmi kia terdekat juga mas…

      trims…
      r1

  61. Rudi says:

    Dear om Amzas,,

    Saya baru beli Picanto second ( Maret 2011 ), 10 hari lalu, tapi gak ada manual booknya, karena hilang sama pemilik lama ( kebetulan bos saya ). Apakah ada manual book versi e booknya ( file ), kalao ada mohon di shared yaa om,,

    Regard,

    Rudiyanto

  62. ADJIE says:

    Malem pak, setelah liat2 sana kemari baru kali ini ada yg cerita2 tentang ANP rada komplit… sekalian mo nanya nih pak……………
    Saya punya ANP jalan udah 3600 yang buat rada aneh kalo tanjakan ga’ seperti beli baru rada2 mbrebet akhir2 ini… mo ke bengkel resmi ga’ gitu cocok seperti yg diatas bilang after salesnya bner2 payah….
    beberapa bengkel kenalan ada yang bilang businya ada yang bilang bensin cuma penasaran aja nih kok tenaga tiba2 ilang kenapa ya…?
    kalo ada yang tau solusinya terima kasih bgt…tq

    • amzas says:

      selamat pagi pak…

      mengenai kendala mbrebet akhir-akhir ini dimana sekarang odometer anp bpk di 3600 km, asumsi akhir-akhir ini tsb dalam hitungan hari atau sudah cukup lama ya pak ?
      pendapat saya kira-kira sbb :
      – kalau dalam hitungan hari, bisa jadi karena lubang busi kemasukan air, siapa tau baru melewati genangan yang cukup tinggi dan ada cipratan air yang kena dan masuk ke lubang busi.
      – kalau sudah cukup lama, bisa jadi karena menggunakan bbm yang kualitasnya kurang baik, bisa dicek dengan memeriksa filter bensinnya. selama ini menggunakan bbm apa ya pak ?
      filter bensin bisa diperiksa dengan melipat jok belakang dan membuka tutup bulat yang menempel di dek bawah jok tsb, dan 1 set filter dan pompa bensin diangkat lalu diperiksa. terkadang filter bensinnya sudah kotor, bisa berwarna hitam atau terkadang seperti ada lendirnya.

      demikian sekedar pendapat ya pak, tentunya cmiiw ya… dan sudah saya tanyakan juga ke kabeng kenalan saya di kmi garuda…

      trims…

      r1

      • ADJIE says:

        Aduh makasih bgt pak…. lgs dibales 😀
        ini anp baru keluar dari dealer 3 minggu lalu busi udah dua kali diobok obok….
        tetep ga’ ada hasil kata orgnya beres si harus pake pertamax atau dicampur
        tapi sekarang pertamax 10450 bner2 ga’ kuat:(
        mungkin besok harus ke beres lagi nih suruh mereka check filter bensinya…..

        Ada ide gila dari temen disuruh ganti busi grand livina tipe xu lebih mantap dan irit.
        dan kmdn catalyc converternya dilepas….. ga’ tau bisa ngerubah ecu atau ga’ nih:)
        gimana pendapat bapak?tq

        • amzas says:

          selamat malam pak,

          imho ya, namanya bbm indonesia, ya kadang untung-untungan juga sih ya menurut saya, belum tentu yang baru mobilnya tidak akan mengalami filter bensin kotor, hehehe…
          sekedar pendapat saja percobaan sebelum pergi ke bengkel untuk periksa filter bensin, bisa dicoba dengan isi bbm-nya dimix pak antara premium dan pertamax plus dengan perbandingan 1:1, apakah ngelitiknya bisa berkurang atau tidak. siapa tau dengan metode tsb bisa mengurangi ngelitik, jadi bisa mempertajam prediksinya, plus nanti ditambah periksa filter bensin sekalian biar afdol.

          mengenai ganti busi, lagi-lagi imho, tentunya harus dicek yang benar-benar masih dalam toleransi yang bisa diterima oleh mesin picanto kali ya pak, kalau menurut pendapat saya sih option ganti tipe busi masih bisa menunggu, coba dengan option yang di atas dulu siapa tau bisa menjawab masalahnya.

          kemudian dengan melepas catalytic converter, waktu itu saya pernah tanya mengenai hal tsb, katanya tidak dianjurkan, karena dengan melepasnya maka ecu tidak akan dapat data dari sensor catalytic converter tsb, dikhawatirkan malah akan mengurangi keakuratan perhitungan ecu-nya. dengan melepasnya maka emisi sisa pembakaran akan tidak terukur dan tentunya akan menggugurkan warranty ya…

          demikian sekedar pendapat saja ya pak, tentunya cmiiw ya…

          trims…

          r1

          ________________________________

  63. rudy says:

    malam Pak,mau tanya apakah kanvas rem belakang dan depan, anp dan picanto sebelumnya itu sama ?

    • amzas says:

      selamat pagi pak,

      menurut info dari narasumber, kanvas rem depan-belakang antara anp dengan picanto versi sebelumnya adalah berbeda.
      kalau boleh tau, sedang ada keperluan apa ya pak ? mau ganti kanvas rem ? menurut saya, lebih afdol lagi kalau tanya lebih detail ke bengkel resmi terdekat, bisa dicek di link sbb :
      http://blog.amzas.com/2011/01/07/info-jaringan-3s-produk-kia-di-indonesia-07-januari-2011/

      atau kalau bapak berdomisili di area jabodetabek, barangkali mau coba, bisa juga tanya di bengkel resmi kmi garuda di 021-4220780 atau langsung dengan kabengnya, pak suparno di 08158222635.

      demikian info dari saya, trims…

      r1

      ________________________________

  64. rudy says:

    terimakasih Pak infonya,kemarin ANP saya habis di cuci, terus 3 hari tidak dipakai, kemudian di buat jalan dengan route pendek,kalo direm mendadak ditromol belakang bunyi grok,saya tanya bengkel resminya kia di semarang katanya ada masalah dikampasnya,terus saya bongkar
    sendiri tromol dan kanvasnya keadaannya baik2 saja, saya tanya bagian sparepart di kia semarang juga mengenai ketersedian dan jenisnya kampas ini juga tidak jelas,setelah itu karena masih penasaran saya buat jalan di tol semarang-ungaran karena jalannya sepi ,bisa jalan semaunya sendiri,bisa kencang dan lambat routenya juga naik turun sekalian ngetes rem tersebut,setelah sampai rumah bunyi grok tersebut hilang

    • amzas says:

      selamat malam pak,

      nah itu dia, berdasarkan info bapak di atas kayaknya saya bisa berpendapat begini kira-kira ya pak…

      case yang bapak alami ada juga dialami oleh beberapa picanto user lainnya, bahkan sejak picanto generasi yang sebelumnya.
      kemungkinan besar penyebabnya adalah karena material kanvas remnya pak yang tidak begitu sesuai dengan kondisi di indonesia.
      yang sering dialami dan diamati oleh teman-teman picanto user, biasanya kalau sehabis melewati genangan air atau baru dicuci mobilnya, apalagi kalau sewaktu diparkir rem tangan aktif, biasanya begitu mau dijalankan lagi picantonya, seringkali kanvas remnya kayak ‘lengket’ alias ‘kelet’ gitu.
      jadi biasanya, untuk preventif, sehabis melewati genangan air atau baru cuci mobil, bila akan parkir relatif lama, biasanya rem tangan / rem parkir jangan dipakai dulu, ganti sementara waktu dengan cara diganjal saja rodanya.
      dan bila baru melewati genangan air, usahakan segera dibersihkan dengan cara disemprot air dengan harapan mudah-mudahan kotoran tidak ketinggalan, sehingga memperkecil kemungkinan akan ikutan lengket sama kanvas remnya.
      case ini ya tidak semua picanto user mengalaminya ya pak, tapi sejak dulu saya berinteraksi dengan sesama picanto user, case tsb sering dilontarkan dan ‘obat’nya ya seperti itu, hehehe…

      ngetesnya sampe masuk tol semarang-ungaran segala ya pak, hehehe… melewati jembatan plengkung yang katanya rawan ya, eh, bener ngga ya itu namanya jembatan plengkung, hehehe…

      demikian sekedar sharing pengalaman saja ini ya pak, tentunya ya cmiiw…

      trims…

      r1

      ________________________________

  65. rudy says:

    ok, Pak makasih sekali sharingnya

  66. rudy says:

    malam Pak amzas, boleh minta sharingnya lagi,apakah normal ANP saya,air radiator di tangki cadangan berkurang selebar jari,setelah berjalan 4000 km?terimakasih

    • amzas says:

      selamat malam pak,

      kalau komentar saya kira-kira begini ya pak…

      imho, saya kira masih dalam taraf wajar ya pak bila selama pemakaian 4000 km air radiator di tangki cadangan turun 1 jari, karena pasti ada penguapan walaupun sedikit.

      kalau boleh berpendapat lebih lanjut, akan lebih baik lagi pak mumpung sedang memperhatikan soal air radiator, sekalian diamati lebih detail lagi pak pola pergerakan air radiator tsb, supaya lebih ada keyakinan apakah secara umum sirkulasi pendinginan berjalan normal atau tidak.

      misalnya dengan langkah-langkah berikut :
      – kondisi mesin dingin, misal di pagi hari sebelum beraktivitas, cek posisi air di tangki cadangan.
      cek juga kondisi air di radiator dengan membuka tutup radiatornya, amati posisi airnya.
      – setelah mobil digunakan, tentunya kondisi suhu ruang mesin masih panas, amati posisi air radiator di tangki cadangan, bisa lebih banyak bisa juga lebih sedikit.
      bila suhu masih sangat panas / mobil baru berhenti, jangan langsung membuka tutup radiator, airnya bisa menyembur karena tekanan dalam radiator masih tinggi, jadi cek kondisi air di radiatornya sendiri bersifat tentatif ya pak…
      – kemudian pada saat suhu mesin benar-benar dingin, misalnya keesokan harinya, cek posisi air di tangki cadangan dan di radiator, bila semuanya dalam keadaan normal, tentunya posisi airnya setidak-tidaknya sama atau tidak berbeda jauh dari posisi di suhu dingin sebelumnya ( hari sebelumnya mungkin ).
      – sebagai tambahan, amati juga kondisi lantai di saat mobil parkir, siapa tau ada sedikit tetesan di lantai, mungkin saja tetesan air radiator.
      – dan usahakan kondisi air radiator di tangki cadangan ada di antara tanda f dan l.

      demikian sekedar pendapat pribadi ya pak, tentunya cmiiw…

      trims…

      r1

  67. rudy says:

    sekalian mau tanya ini, menurut pengalaman Pak Amzas untuk menambah air radiator untuk branded KIA ini pakai apa ya ? biar sama dengan yang diisikan dengan pabriknya KIA,takutnya kalo diisi radiator coolant sembarang nanti akan berpengaruh dengan kinerja kendaraan,terimakasih

    • amzas says:

      selamat malam pak,
      mengenai penambahan air radiator ini, konteksnya masih berhubungan dengan info sebelumnya yang menyebutkan kalau air radiator di tangki cadangan turun 1 jari ya pak…
      imho, dari pengalaman saya juga, saya lebih memilih dengan menambahkan sedikit air yang khusus untuk aki, air destilasi, biasanya menggunakan botol bertutup biru.
      asumsinya, dengan hanya menambah sedikit air destilasi, kemampuan pendinginan tidak akan berubah secara drastis.
      saya menghindari dengan menambahkan cairan coolant lain, karena kandungannya belum tentu sama.
      bila akan menggunakan cairan coolant baru, saya pikir lebih baik kalau dikuras sekalian sistem pendinginannya.

      yang menjadi catatan adalah, setelah menambah air destilasi tsb, kalau bisa jangan sampai lupa untuk memeriksa ketinggian air di tangki cadangan di waktu yang tidak terlalu lama, untuk memastikan kalau penurunan tsb masih bersifat normal.
      kalau ternyata durasi penurunan menjadi makin sering / durasi makin pendek, segera konsultasikan dengan bengkel resmi langganan bapak.

      demikian pak sekedar pendapat pribadi, tentunya cmiiw ya…

      trims…

      r1

  68. rudy says:

    Ok, Pak terimakasih

  69. Joan says:

    Mau tanya pak.. Klo yg anp matic gmn dibandingin sm yg manual?

    • amzas says:

      selamat malam,

      mau tanya lebih dulu, matic dan manual, dibandingkan dalam hal apanya ya ?

      sekedar pendapat pribadi saja ya, tentunya ini pandangan secara umum ya…
      – dalam hal kenyamanan, mobil matic relatif lebih nyaman daripada yang manual, utamanya dalam penggunaan di kota besar yang lalulintasnya macet dan banyak stop-go…
      di kemacetan, kalau pakai kopling manual, tentunya bikin kaki lebih cepat pegal…
      – dalam hal responsiveness, tentunya konteksnya picanto, yang manual relatif lebih responsif tarikannya daripada yang matic.
      – untuk konsumsi bbm, yang matic relatif lebih butuh bbm lebih banyak daripada yang manual. walaupun terkadang ada juga yang pakai manual tapi tetap boros, karena pola kendara yang cenderung agresif tentunya akan lebih boros bbmnya.

      demikian sekedar pendapat pribadi, mudah-mudahan ada pendapat lain yang bisa nambahin atau mengkoreksi…
      tetapi, sebenarnya mau milih matic atau manual, adalah preferensi pribadi ya, lebih sreg yang mana…

      trims…

  70. wizkid says:

    update ecu di beres jatim dimana saja ya? anp saya km5000 selalu minimal pertamax tp ngelitik hebat, beres di malang ngga ada solusi. di test drive malah bilangnya mmg begitu, puyeng deh pdhl sblm2nya ngga ngelitik. KMI, tolong dong.

  71. Ericka says:

    Saya jg lagi mencari cari rekomendasi ttg beberapa model mobil kecil. berhubung ini akan menjadi mobil pertama saya, jadi saya harus extra teliti sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satunya.
    Berikut ini adalah mobil mobil yg ada dalam daftar target saya:
    Nissan March, Picanto, Suzuki Swift, Honda Brio, Mazda2.
    Dari list di atas, mobil manakah yg paling reliable dan yang memiliki fitur keselamatan paling lengkap?
    Mohon di bantu .

  72. borjong says:

    kurangnya…Spare part susah dan mahal..untuk ganti oli New Picanto lebih dari 1.2 JT…busi juga susah, namun bisa di ganti dengan busi All New Avanza 1.3..

  73. mamatomato says:

    Sebelumnya salam kenal buat om amzas dan semuanya :) Kebetulan saya baru ambil ANP Merah/Signal Red-Manual. Setelah terima unit dan tes jalan. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan. Mungkin rekan-rekan juga mengalaminya atau punya solusinya.

    Hal Mesin:
    1. Mesin pada saat awal dinyalakan ada bunyi seperti ‘klok-klok-klok’ ringan (: awalnya saya fikir pompa oli. tapi ini ternyata konstan sampai mesin panas). Dan juga mesin terasa kasar. Apa rekan2 begitu juga nggak? 😉

    2. Mencoba jalan menggunakan mode ECO–> ON dengan BBM terisi premium. Pada saat kecepatan rendah (presneling 1 ke 2) tarikan mesin terasa gelitik.

    Hal lain2:
    1. Saat jalan. Terutama melewati medan kasar ada bunyi semacam ‘kerrrrrrrrrrrr’ ( semacam bunyi baut kendor) di posisi kurang lebih pada tiang sabuk pengaman-pengemudi. Ini sangat mengganggu, karena posisinya pas banget dengan kuping kanan. Langkah awal saya copotin semua plastik2 bening standar yang ada pada unit baru . Berharap mungkin itu gesekan plastik tsb dengan interior mobil. Tapi nyatanya bunyi tetep ada.

    2. Nah ini yang rada heran lagi. Pada kaca bagian belakang ada semacam bercak2 putih seperti awan. Apakah mungkin ini sisa kimia pemolesan yah? karena pada bagian bagian2 tertentu juga ada semacam sisa obat poles. Bisa diilangin ga yah noda itu, terutama pada bagian kacanya :(

    Duh ko ga rapi gini KIA yahhh???

    • amzas says:

      selamat sore pak mamato,

      mengenai beberapa poin yang pernah disampaikan di komen sebelumnya, apakah sudah ada update info latestnya pak ?
      terakhir obrol2 di jalur lain, ada beberapa komen atau pendapat ya, siapa tau barangkali ada info konfirmasi dari pihak yang berkompeten pak ?
      seingat saya, komen versi obrolan kita sbb :
      untuk mesin :
      1. bunyi ‘klok-klok’ adalah kemungkinan dari bunyi injektor
      2. ada kemungkinan perlu update setting ecu di bengkel resmi kia

      untuk hal lain :
      1. mengenai bunyi ‘kerrr’, sudah dicek lebih lanjut pak ?
      2. untuk bercak putih seperti awan di kaca belakang, dugaan waktu itu adalah lapisan film yang belum benar-benar kering, benar begitu pak ?

      barangkali lagi sempat dan berkenan sharing info latestnya, tengkyu banget ya pak…

      trims…

      r1

  74. amzas says:

    info tips n trick untuk melepas engkol kaca belakang, utamanya pada varian kia picanto cosmo dan sebelumnya
    http://blog.amzas.com/2011/11/29/tips-n-tricks-kia-picanto-cara-melepas-engkol-kaca-belakang-29-november-2011/

    trims…
    r1

  75. djfrans says:

    Untuk radiator anp apaa bisa diisi dengan air AC?kenapa suara AC waktu AC dinyalakan keras sekali?apaakaah waktu menyalakan AC yg tepat adalaah waktu mobil udah jalaan?soalnya sy pernah pas sianng haari saat mobil berhenti sebeentar utk makaan sianng(kebetulaan tidak ada tmp yg teduh utk paarkir anp sy dan cuaca sanngatt paanaas terik), stlh start mobil sy nyalaain AC baaru jalaan disitu terasa mbl kehilaangan tenagaa spt akaan maatimeesin.(gigi 1 dan 2) akhirnya sy tmbh beejeekaannyaa.sy pake peertamax.mhn banntuannya trims.

Leave a Reply